Story cover for Salvatore by sincerityrann
Salvatore
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Sep 10, 2022
Anangkara Bian, remaja laki-laki yang dahulu pergi menggunakan kemeja putih abu-abu dan kembali dengan snelli putih itu tampak semakin rupawan dengan Aura dewasanya. Tidak ada yang meragukan keahliannya dalam bidang bedah, tetapi siapa sangka dibalik kepiawannya dalam meliukkan pisau dan jarum medis, takdir tetap berhasil memainkan perannya.

Meski namaku Daya, aku tetap tidak berdaya saat melihat tampilannya ketika kita kembali bersua. Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa bermain-main dengan takdir. Terlebih pertolongan yang Bian minta terasa getir untuk kulakukan. Apa yang harus aku buka ketika aku tidak tau apa-apa selain namanya? 

"Daya," panggilnya penuh getar malam itu,  "t-tolong aku. Sakit."

Apa aku bisa? 

Mulai : 100922
All Rights Reserved
Sign up to add Salvatore to your library and receive updates
or
#64jimmy
Content Guidelines
You may also like
Berburu Kijang 1/2 by midamica
18 parts Complete
Premis: Sepasang remaja pemuda Funkei bersama gadis Onna tiba di gedung sekolah dengan persenjataan senapan api lengkap yang bertujuan membasmi Kijang, lalu disambut oleh seorang pelayan wanita Mocca melalui ranah rekaan. Keduanya sempat ragu dengan sambutan Mocca, tetapi pada akhirnya mereka sepakat menerimanya, selanjutnya Funkei, Onna, dan Mocca lanjut keliling kompleks gedung hingga bertemu dengan Kijang yang mereka cari di lantai teratas, tetapi berakhir gagal lantaran kehabisan waktu. Uraian (blurb): "Perkenalkan, saya adalah Mocca, penyambut tangan terbuka engkau sekalian. Terima kasih sudah bersedia memasuki gerbang buatan saya." "Apa alasanmu menolong kami?" Funkei bertanya seakan-akan menuduh. "Jangan mengira kami akan telan bantuan kau begitu saja. Pasti kau mengharapkan sesuatu dari kami sebagai imbalan penyelamatan." "Sejujurnya, saya tidak mengharapkan apa pun selain ucapan terima kasih engkau. Namun ..., berkenankah engkau sekalian mengajak saya sebagai Pembantu?" "... Dapatkah kau membela diri kau sendiri?" "Hmm. Apakah boleh kalau saya sembunyi saja-?" "Mocca, kami enggak peduli bila aku dan rekanku terjebak selamanya di sini. Tujuan akhir kami hanyalah satu, yaitu melenyapkan Kijang, dan aku berfirasat besar bahwa kaulah Kijang yang sedang kami buru." "Sungguh, jadi engkau lebih memilih terjebak selamanya saja?" ancam Mocca mengeritkan rahang, kesal sejadi-jadinya. "Yakinkan kami dahulu bahwa kau bukanlah ancaman nyata yang berniat jahat menusuk kami dari belakang," titah Onna tegas keras. "Tanpa perlu kaubilang pun, aku tahu betul bahwa kau dapat melenyapkan kami semudah jentikan jari." Terlepas dari keengganan Funkei dan Onna, keduanya sepakat untuk mengajak Mocca berburu Kijang. Namun, perburuan mereka selanjutnya malah berbalik menjadi diburu oleh Kijang, hingga terpaksa dipulangkan ketika mentari mulai terbit.
End & Wait  (Revisi) by chokolitos1
38 parts Complete
꧁End & Wait꧂ 𝐒𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐤𝐚𝐭𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐡𝐚𝐫𝐚𝐩 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧𝐝𝐮𝐧𝐠 𝐦𝐚𝐤𝐧𝐚. Mencintai terkadang bisa menjadi suatu anugrah dan ujian, namun mana jika mencintai ada dalam dua dua nya anugrah sekaligus ujian yang Tuhan berikan. "Ala Terima kak" Ucap gadis itu sambil menundukkan kepala nya, gadis bernama ᴀʟᴀɴᴀ gadis cantik yang di lengkapi bulu mata lentik di kenal sebagai Ketua PMR di sekolah nya Alana sangat mencintai sean sejak pertama kali mereka bertemu kembali dan mungkin tak kan pernah berubah, mereka juga ialah teman semasa kecil tetapi sayang Sean tak menyadari itu. Tak begitu lama tuhan memberikan mereka jalan dengan sebuah perjodohan orang tua mereka, mereka pun menerima karena alana dan sean tak ingin menyakiti dan ngecewain orang tua , sedikit demi sedikit rasa itu mulai tumbuh dari kedua lalu mereka mulai menjalin hubungan pacaran. Tetapi tak selama nya jalan mulus begitu saja, ada seseorang yang tak begitu menyukai hubungan mereka bahkan mungkin itu ujian untuk alana dan Sean "INGET! Jangan sesekali lo deketin Sean lagi karena Sean hanya milik gue. " Ucap gadis itu dengan nada tinggi sambil mendorong bahu alana, alana terjatuh kepala nya terbentur diding sehinga luka ia pun meringis kesakitan di tambah pakaian nya yang juga basah. Banyak nya ujian bagi alana tuk mencintai seorang Sean dari mulai orang yang juga menyukai Sean dan yang lain nya , alana hanya bisa pasrah atas apa yang Tuhan berikan kepada nya. "Apa yang terjadi pada putri saya dok" Tanya ayah alana pada dokter itu dengan suara sendu " Putri bapa mengalami Limfoma "ucap dokter " Limfoma apa itu Dok? "Tanya ayah alana pada dokter itu " Sebuah penyakit kangker Darah yang menyerang lefosit" Jelas sang dokter ayah , dan ibu alana hanya bisa terdiam berusaha mencerna apa yang dokter itu bicarakan, menerima kenyataan bahwa Putri nya tak baik baik saja
You may also like
Slide 1 of 7
Berburu Kijang 1/2 cover
Another Soul (Transmigrasi) [END] cover
KARTANANTARIKA√ cover
REWRITTEN | END cover
Jurnal Dokter Muda cover
End & Wait  (Revisi) cover
GILANG [END] cover

Berburu Kijang 1/2

18 parts Complete

Premis: Sepasang remaja pemuda Funkei bersama gadis Onna tiba di gedung sekolah dengan persenjataan senapan api lengkap yang bertujuan membasmi Kijang, lalu disambut oleh seorang pelayan wanita Mocca melalui ranah rekaan. Keduanya sempat ragu dengan sambutan Mocca, tetapi pada akhirnya mereka sepakat menerimanya, selanjutnya Funkei, Onna, dan Mocca lanjut keliling kompleks gedung hingga bertemu dengan Kijang yang mereka cari di lantai teratas, tetapi berakhir gagal lantaran kehabisan waktu. Uraian (blurb): "Perkenalkan, saya adalah Mocca, penyambut tangan terbuka engkau sekalian. Terima kasih sudah bersedia memasuki gerbang buatan saya." "Apa alasanmu menolong kami?" Funkei bertanya seakan-akan menuduh. "Jangan mengira kami akan telan bantuan kau begitu saja. Pasti kau mengharapkan sesuatu dari kami sebagai imbalan penyelamatan." "Sejujurnya, saya tidak mengharapkan apa pun selain ucapan terima kasih engkau. Namun ..., berkenankah engkau sekalian mengajak saya sebagai Pembantu?" "... Dapatkah kau membela diri kau sendiri?" "Hmm. Apakah boleh kalau saya sembunyi saja-?" "Mocca, kami enggak peduli bila aku dan rekanku terjebak selamanya di sini. Tujuan akhir kami hanyalah satu, yaitu melenyapkan Kijang, dan aku berfirasat besar bahwa kaulah Kijang yang sedang kami buru." "Sungguh, jadi engkau lebih memilih terjebak selamanya saja?" ancam Mocca mengeritkan rahang, kesal sejadi-jadinya. "Yakinkan kami dahulu bahwa kau bukanlah ancaman nyata yang berniat jahat menusuk kami dari belakang," titah Onna tegas keras. "Tanpa perlu kaubilang pun, aku tahu betul bahwa kau dapat melenyapkan kami semudah jentikan jari." Terlepas dari keengganan Funkei dan Onna, keduanya sepakat untuk mengajak Mocca berburu Kijang. Namun, perburuan mereka selanjutnya malah berbalik menjadi diburu oleh Kijang, hingga terpaksa dipulangkan ketika mentari mulai terbit.