Salvatore

Salvatore

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 10, 2022
Anangkara Bian, remaja laki-laki yang dahulu pergi menggunakan kemeja putih abu-abu dan kembali dengan snelli putih itu tampak semakin rupawan dengan Aura dewasanya. Tidak ada yang meragukan keahliannya dalam bidang bedah, tetapi siapa sangka dibalik kepiawannya dalam meliukkan pisau dan jarum medis, takdir tetap berhasil memainkan perannya. Meski namaku Daya, aku tetap tidak berdaya saat melihat tampilannya ketika kita kembali bersua. Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa bermain-main dengan takdir. Terlebih pertolongan yang Bian minta terasa getir untuk kulakukan. Apa yang harus aku buka ketika aku tidak tau apa-apa selain namanya? "Daya," panggilnya penuh getar malam itu, "t-tolong aku. Sakit." Apa aku bisa? Mulai : 100922
All Rights Reserved
#81
jimmy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KARTANANTARIKA√REVISI
  • Jurnal Dokter Muda
  • Diamnya Si Biru
  • REWRITTEN | END
  • Siluman ular itu mengubah hidupku
  • End & Wait  (Revisi)
  • The Cold Girl (END)
  • Dalam Diam | Hiatus

Jika sedari rahim sudah tidak di inginkan lantas mengapa di buat hidup untuk melihat dunia dan di pertahaankan hanya untuk menerima siksaan dikalah masa dewasa??. Sebuah hantaman tangan besar dan panjang nya sebuah tali dan besarnya sebuah rantaii,dan tajamnya sebuah pisau,seakan beradu dalam tubuh sang pelampiasan. _Sebuah Dera menghantam tubuh rintihan Aksama bagaikan Anila yang berlalau_ "Dekup lah aku dalam Gulita yang penuh Jejal"

More details
WpActionLinkContent Guidelines