Desember

Desember

  • WpView
    Reads 303
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 5, 2022
Di jantung musim badai Bulan-bulan hujan, Angin mencuci semua Aroma yang di tinggalkan tubuhmu, Mengguncang kesepian kepalaku, Hembusan malam memukul keras Ke dinding-dinding, Lampu-lampu sekarat oleh dingin. Seperti itu kesendirian milikku, Seperti bahasa kesedihan Yang tak pernah takut menangis, Perih di kedua mata, dada teriris. DISCLAIMER: hampir keseluruhan kata-kata yang ada dalam cerita ini berasal dari satu akun tiktok dengan username tinta doa.
All Rights Reserved
#393
elegi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renjana
  • KUMPULAN PUISI
  • Air Mata Cinta
  • About Secret Admirer #Wattys2017
  • Sunyi Hati Hampa Semesta
  • Lembut Seperti Doa
  • Menanti dalam istiqomah
  • Almost.
  • Can You Give Me One More Chanche
Renjana

Huruf demi huruf, aksara demi aksara menceritakan tentangnya. Terbesit dalam khayal ku akan angkasa yang menderu suara hatinya Semua disaksikan oleh semesta dan dikuatkan dengan doa untuk mengadu padanya, penuh makna akan untaian dan lautan air mata 𝙋𝙤𝙚𝙩𝙧𝙮 𝙗𝙮 𝙢𝙚. Selamat membaca😉✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines