Desember

Desember

  • WpView
    Reads 307
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 5, 2022
WpInfo
Poetry
Di jantung musim badai Bulan-bulan hujan, Angin mencuci semua Aroma yang di tinggalkan tubuhmu, Mengguncang kesepian kepalaku, Hembusan malam memukul keras Ke dinding-dinding, Lampu-lampu sekarat oleh dingin. Seperti itu kesendirian milikku, Seperti bahasa kesedihan Yang tak pernah takut menangis, Perih di kedua mata, dada teriris. DISCLAIMER: hampir keseluruhan kata-kata yang ada dalam cerita ini berasal dari satu akun tiktok dengan username tinta doa.
All Rights Reserved
#471
poems
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menanti dalam istiqomah
  • Aksara Peniti Sejarah (SUDAH TERBIT)
  • Renjana
  • Lembut Seperti Doa
  • Can You Give Me One More Chanche
  • Aku Pengamat, Terasingkan
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Diam
  • Aksara Tak Bertuan
  • Almost.

TELAH DITERBITKAN Sebagian part telah dihapus #42Dalampuisi(12-02-2018) #62Dalampuisi (14-01-2018) #64Dalampuisi (17-12-2017) Untuk kamu yang sedang menanti, maka ku wakilkan seluruh perasaanmu melalui sajak ini" Ada beberapa part terprivat tapi tidak mempengaruhi bacaan:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines