KEISYA AMORA

KEISYA AMORA

  • WpView
    Reads 222
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 26, 2026
"Mengikhlaskan, sebuah kata yang mudah diucapkan, tapi menyakitkan saat dijalani." "Melupakanmu, sebuah seni yang mematikan, membunuh hati ini sedikit demi sedikit. " "Cintaku padamu, takakan pernah berakhir, bahkan ketika nafas terakhirku menghilang." "Kita abadi, dalam kisah ini, atau kisah baru tanpa aku, namun cintaku tetap abadi. " Keisya Amora, seorang gadis yang masih mencintai mantan pacarnya, Adriel Caesar Fernando, setelah mereka berpisah. Keisya masih belum bisa melupakan Adriel dan melakukan berbagai cara untuk mendapatkanya kembali.Namun usaha dan perjuangan Keisya tidak pernah dihargai oleh Adriel. Apakah Keisya akhirnya menyerah dengan perasaanya? Ataukah Adriel bisa luluh kembali denganya? Atau mungkin mereka bisa bersatu kembali dalam kisah cinta abadi? Jangan lupa vote dan komen🥰
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay With Me !
  • AURELINE
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Dari Nadya Menjadi Salsa Bersama Aidyn
  • Diary Rahasia Si playgirl Ceroboh
  • Audrey (New version)
  • FANI : He's Edgar Erzantara
  • BAD LIAR (Completed)
  • [AHS#1] Arka
  • Naura & Lukanya

Bantu, follow dan vote cerita ini teman-teman 🌿💙 Pukulan, cacian, bentakan, hinaan dan kekerasan lainnya sudah menjadi makan sehari-hari bagi Zeevanya. Tidak pernah dianggap, dipandang seperti sampah yang tidak berguna, bukanlah hal baru baginya. Lebih, mirisnya lagi, semua itu dia dapatkan bukan dari orang asing. Melainkan, Ibunya sendiri. Ia tidak pernah dianggap, tidak pernah diakui. Sementara kakaknya-Zoya selalu menjadi kesayangan perempuan itu. Ibunya, sangat membenci dirinya. Entah kesalahan apa yang Zeevanya perbuat hingga ia harus mendapatkan kebencian sebesar itu dari ibunya sendiri. Zeevanya tidak pernah tau apa penyebabnya. Keluarganya masih ada di sisinya. Namun, rasanya Zeevanya seperti hidup sebatang kara. Entah, sampai sejauh apa Zeevanya bertahan saat mental dan fisiknya selalu serang bertubi-tubi oleh ibunya bahkan kakaknya. Harapan dan mentalnya selalu dijatuhkan. Seakan ia tidak berhak untuk merasakan kebahagiaan. Entah sampai kapan ia akan mampu bertahan .... Ia sama sekali tidak tahu. Zeevanya, sendiri tanpa siapapun disisinya untuk tempat bersandar. Dia, sangat rapuh namun terpaksa berpura-pura kuat. Di tengah pahitnya kehidupan yang ia jalani, mampukah Zeevanya bertahan hingga menemukan secuil kebahagiaan yang selama ini ia impikan? Inilah, kisah tentang Zeevanya dengan segudang luka yang ia pikul sendirian .... ____•°🌿

More details
WpActionLinkContent Guidelines