A Serenade Beyond Years

A Serenade Beyond Years

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 17, 2024
Di tengah hiruk pikuk kehidupan duniawi yang terus berputar, ada cinta yang tumbuh melampaui perbedaan usia, cara pandang, pengalaman, dan harapan. Lian, seorang gadis dewasa yang telah mengenal banyak musim, berkelana mencari kebebasan, dan Rio, seorang laki-laki yang jauh lebih muda dengan semangat membara, menemukan harmoni dalam melodi yang hanya mereka pahami. Cinta mereka adalah serenada, sebuah lagu yang lembut namun kuat, melampaui waktu, prasangka, dan bisikan dunia. Dalam perjalanan ini, mereka belajar bahwa cinta sejati bukan soal angka, tetapi keberanian untuk mendengar irama hati.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unpredictable Love
  • TIGA TALI CINTA
  • Whispers of Healing
  • FALLING STAR (Completed)
  • MAID IN LOVE - BECKFREEN [SELESAI]
  • Butterfly & Angel
  • Emotion Love
  • Paper Heart (Sekuel Velvet Love)
  • May I Love You?
  • The Secret of Love

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines