Metanoia |Hiatus|

Metanoia |Hiatus|

  • WpView
    Reads 349
  • WpVote
    Votes 237
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 28, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
NOTE: MENGANDUNG KATA-KATA KASAR YANG TIDAK PATUT DITIRU. (Sebagian saya sensor demi kenyamanan pembaca.) Orang bilang kehidupan itu seperti roda yang berputar dan hidup akan mengalami banyak perubahan seiring berjalannya waktu. Namun bagaimana jika kehidupan seseorang tidak mengalami sedikitpun perubahan dalam dirinya dan malah menjadi awal mimpi buruk bagi hidupnya? --- Berawal ketika tak sengaja mengembalikan kuas milik seorang gadis yang selalu duduk sendirian di bangku taman sekolah, Bastian terpikat oleh pesonanya gadis pemilik kuas tersebut dan menaruh hati padanya. Rasa kagum dan penasaran Bastian membuncah di kala ia selalu memperhatikan dan menemani gadis itu dikala ia sendiri. Namun tak tersadari olehnya di balik wajah datar gadis itu ternyata menyimpan masa lalu yang kelam. Image by: Pinterest Barang siapa yang menjiplak karya saya... Barang gue
All Rights Reserved
#61
victim
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dishana (End)
  • THE RED UMBRELLA
  • Paradise
  • DISA | broken
  • Broken melodies
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Anna's Secret [END]
  • ALEYA~~
  • My Dangerous Boy

Ini tentang Dishana, perempuan yang memiliki nama ambigu sehingga sering menimbulkan kesalahpahaman. Ini juga tentang di sana, dimana yang terlihat tertawa belum tentu bahagia, menangis belum tentu menderita. Dishana, di sana? Terdengar sama, namun memiliki makna berbeda. _________________________________________ "Di sana...." Suara lantang dari lelaki yang berdiri di atas podium itu membuat perempuan yang merasa namanya di panggil mengangkat tangan dengan percaya dirinya. Hening, semua mata tertuju kearahnya. "Kenapa berdiri?" Tanya sang pemanggil nama dengan tatapan heran. "Kakak tadi manggil nama saya?" "Siapa? nggak tuh." "Dishana. Itu nama saya kak." "Di sana." Tekan lelaki itu menunjuk kearah ruangan di bagian itu Utara. "Di sana tempat kalian semua kumpul setelah istirahat nanti." Penjelasan lantang itu membuat seluruh orang berusaha keras menahan tawanya. Wajah Shana memerah menahan malu, berusaha keras ia menampilkan raut biasa. "Dishana." Kakak tingkat itu menatap kearah Shana dengan serius. Merasa kali ini benar dirinya terpanggil, Shana menjawab. "Iya kak?" "Di sana senang, di sini senang dimana-mana hatiku senang." Langkah santai diiringi senandungan keras meluapkan tawa tertahan semua orang di sana. Sial! Bisakah Dishana mengurus akta kelahiran dan kartu keluarga di dukcapil untuk mengubah namanya? __________________________________________

More details
WpActionLinkContent Guidelines