We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Darkness

Darkness

  • WpView
    Reads 368
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 26, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Nathania Alendra seorang gadis malang, yang di tinggal oleh kedua orang tua nya sejak kecil. Banyak luka yang kini ia pendam di hati nya, mental nya hancur ia sudah tidak asing sama yang namanya kehilangan. Dia sudah banyak kehilangan orang yang ia sayang mau itu orang tua, nenek nya yang satu-satunya anggota keluarga nya juga pergi meninggalkan nya. Bahkan sedari dulu ia selalu di benci oleh teman-temannya, tapi ia sedikit bersyukur saat ia memasuki dunia sma ia memiliki beberapa teman yang peduli akan dirinya. Menjadi seorang gadis seperti nya tidak lah mudah, dia harus mengorbankan banyak kebahagiaan nya. Yang dimana usia seumuran nya harus nya masih mendapatkan kasih sayang dari orang tua, tapi dia harus sudah kehilangan rasa kasih sayang itu sejak kecil. Jika ditanya apa yang ia inginkan, ia hanya menginginkan memiliki keluarga yang utuh ia selalu di rendahkan oleh keluarga ayah nya, karena tidak memiliki ibu dan hidup sebatang kara. Bisakah burung terbang tanpa kedua sayapnya? Begitu jugalah Nathania bisakah ia bertahan hidup tanpa merasakan hangat nya kasih sayang kedua orang tuanya? "Aku ingin merasakan bahagia walaupun hanya sebentar bolehkah?" Nathania Alendra © Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • SATU DETIK YANG TERSISA
  • PLOT TWIST
  • Arsyilazka
  • Dear of Natasya
  • DANADYAKSA
  • KELUARGA FATAMORGANA (SLOW UPDATE)
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Time Loop

"Momen seperti itu sudah jadi mimpi buatku," Ayahku telah tiada, dan kenangan itu tak akan kembali. Namun, di tengah rasa sakit itu, Jea tetap bersyukur. Masih ada ibu yang selalu ada untuk Jea. Beliau seperti punya dua peran dalam hidupku-seorang ibu dan seorang ayah sekaligus. Ibu selalu mewarnai kehidupan anaknya, walaupun terkadang kami suka bertengkar sambil bercanda dalam hal-hal kecil. Tapi Jenna hanya bisa berharap, semoga ibu panjang umur dan sehat selalu. Melihat ibu seperti itu membuat Jea sadar, hidup ini mungkin tidak akan selalu adil, tapi ia punya alasan untuk tetap kuat. Setiap tawa yang ibu bagikan, setiap lelah yang dia sembunyikan, semuanya mengajarkan untuk terus berjalan, meski kadang langkahku terasa berat. Jea sadar, momen seperti di kantin tadi mungkin bukan untuknya, tapi Jea tak akan membiarkan dirinya terus terjebak dalam rasa kehilangan. Karena ada ibu yang selalu berjuang untuk kebahagiaan Jea. "Dan jika ayah dulu adalah pelindung di masa kecilku, sekarang ibu adalah pelita yang menerangi masa depanku" Batin Jea. "Jujur, aku iri sama mereka". • • • • • • Aku hanya anak kecil yang ditinggal oleh Ayah pergi jauh dan tak akan kembali ke dunia ini. -Jeanna Azarina- Ayah, anakmu sudah dewasa sekarang apakah tidak rindu? Apakah Ayah masih ingat wajah anakmu yang mirip sekali dengan Ayah. -Jeanna Azarina- Ayah, aku sangat merindukanmu sangat ingin memelukmu dan banyak hal yang ingin aku bicarakan kepadamu tapi kapan? -Jeanna Azarina- Walaupun aku kehilangan figur seorang Ayah tapi, kalau bukan ini takdirnya mungkin aku tidak bisa kuat dan bertahan sampai detik ini. -Jeanna Azarina- Aku ingin sekali merasakan memanggil Ayah berkali-kali didalam rumah kemudian, ayah menghampiri dan memelukku erat. -Jeanna Azarina- #Kisah nyata penulis #DILARANG KERAS UNTUK MENJIPLAK

More details
WpActionLinkContent Guidelines