Sera, si istri rahasia

Sera, si istri rahasia

  • WpView
    Reads 887
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 29, 2022
Sera, gadis berusia awal dua puluhan yang terpaksa menikah karena wasiat terakhir ibunya. Tidak ada kesempatan untuk menolak. Semua kejadian begitu cepat sampai Sera bingung. Menikah dengan seseorang yang baru pertama kali dia temui, tidak pernah ada dalam bayangan. Tak berselang lama, ibunya yang menjadi korban tabrak lari mengembuskan nafas terakhir. "Gue mana mau nikah sama elo yang jelek dan bisu? Coba lo pikir pake otak kosong lo itu!" Sera, dia memang terlahir tidak sempurna. Tidak bisa menggunakan mulutnya untuk berbicara seperti manusia pada umumnya. "Dasar kampungan! Mana mau mas Dimas nikah sama elo, kalau bukan karena desakan ibu lo yang udah mati itu?" "Nih, cuci piring. Jangan cuman bisa duduk aja. Jadi berguna dong." Tinggal di kediaman mewah keluarga suaminya, membuat Sera nelangsa. Bukan dianggap menantu, tapi malah seperti pembantu. Hinaan dan cibiran tidak pernah absen setiap harinya. "Suatu saat, kalian yang akan menyesal. Berlutut memohon maaf karena sudah memperlakukan aku dengan buruk! Dan saat itu terjadi, semua tak lagi sama." Sera sudah salah menuruti permintaan mendiang ibunya. Bukan kebahagiaan yang dia dapatkan, melainkan hanya penderitaan. Cover Vector : Vector image oleh Open Clipart - Vectors. Font : Tomoyo TH, veles, gaegu light Edited on canva
All Rights Reserved
#152
istri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shadows of Love
  • Accidental' (END)
  • DIVIDED LOVE
  • cheating on me✓
  • Kami yang Berdosa
  • Pulchra Tempora
  • Regards, Natashira (END)
  • Prince Untuk Alea
  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]

Ketika kalian mendengar kata "pernikahan", apa yang terlintas dalam benak kalian? Kehidupan yang penuh cinta? Dua insan yang menyatu dalam harmoni? Atau barangkali, cinta sejati yang abadi? Namun, bagaimana jika kenyataannya berbeda? "Mari kita bercerai." Suara itu terdengar tegas, namun ada jejak kelelahan di dalamnya. "Bercerai?" Tanya itu meluncur, disertai kebingungan yang terpancar dari matanya. "Ya. Sudah cukup. Empat tahun kita hidup dalam kebersamaan yang terasa begitu asing." "Tidak." Jawaban itu datang dengan ketegasan yang tak terduga. "Kalau begitu, apa yang kau inginkan dariku?" Tanya itu nyaris seperti sebuah tantangan, dilontarkan dengan nada frustrasi. "Aku hanya pengantin pengganti... Kau tahu itu sejak awal. Tidak ada cinta, hanya kewajiban." Matanya bergetar, mencoba menahan emosi yang hampir tumpah. Pria itu menatapnya tajam, bibirnya menipis seolah sedang menahan sesuatu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines