Mati di Jogjakarta 2 (Egha De Latoya)

Mati di Jogjakarta 2 (Egha De Latoya)

  • WpView
    Reads 128
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Wed, Dec 7, 2022
WpInfo
Non-Fiction
"Cinta terlahir bersebelahan. Dan, yang paling mulia bersebelahan dengan hati hanyalah mata." "Mengapa?" "Sebab hanya mata yang mampu menceritakan isi hati tanpa suara. Kau tahu mengapa aku tak pernah menanyakan apakah kau menyayangiku?" "Kau malu?" "Karena matamu sudah menceritakan semuanya." Mati di Jogjakarta 2, sebuah kumpulan cerita pendek yang merangkum semua tanya tentang rasa setia, rasa percaya, dan asa untuk menjadi bahagia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANYTHING U ASK
  • Sunyi tak terlihat
  • Penghuni Malam
  • Cinta Yang Mati Dimakan Harapan
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • ALFIAN BAGASKARA
  • Three Targeted Girls!!
  • Why?? Kumpulan Cerpen✔
  • GILANG ABRAHAM

Cinta itu buta, atau lebih tepatnya membabi buta. Dia akan menyerang siapa saja tanpa basa basi. Cinta itu membuatmu akan melakukan apa saja, bahkan hal yang rasanya mustahil sekalipun. Jangankan melompati sebuah kerikil, untuk cinta pasti gunungpun akan dilompati, bukan lagi didaki. Cinta membuatmu seperti berbunga-bunga. Cinta juga yang terkadang membuatmu hidup tapi seperti mati. Tidak mati secara harfiah, sih, tapi hal itu tidak mustahil, 'kan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines