Shoot & Cut : Bab 4 ( Perasaan Helena)

Shoot & Cut : Bab 4 ( Perasaan Helena)

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 11, 2022
"woy kerja mulu lu, cepat kaya entar " Rizki meneriaki Lena dengan lantang. "biarin biar nyaingin luu, " gak sungkan Lena pun membalas guyonan Rizki. Rival memerhatikan mereka dari kejauhan. Dia yang tadinya mau manggil Lena, ia urungkan karena Rizki. Rival pun kembali bekerja . "sini sini deh gue perhatiin ada yang aneh antara kalian berdua sejak balik kesini tadi, ada apaan sih?" Rizki mencoba memberanikan bertenya pada Lena. "ehm biasa aja deh, perasaan lu doang kali." Lena menyela dengan cepat sambil membereskan kertas-kertas yang berserakan di meja kerjanya. " hmmm bentar mungkin gak sih kalian ketangkap ciuman di rumah sakit sama Pak mansyur atau Bu Siska?" Rizki memasang raut wajah penasaran dengan mata menyolok. "PLAKKK..." tamparan keras Helena mendarat di pundak kiri Rizki. " sialan lo yang benar saja."
All Rights Reserved
#860
komediromantis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crazy Marriage
  • The Man
  • Bangun Cinta Satu Atap
  • Assalamu'alaikum Paris 2 [ End ]
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • Boom Boom Heart
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Bucin Ala Al [END]
  • Mr Fu, I Really Love You

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines