Haura & Caira

Haura & Caira

  • WpView
    Membaca 151
  • WpVote
    Vote 16
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Feb 4, 2023
Ini adalah cerita kolaborasi bersama kakakku @Sky_Hill yang dipublis di kedua akun kita. Akan ada beberapa chapter spesial dan berbeda yang akan di publis di akun masih-masih. Jadi, silakan mampir ke akun @Sky_Hill untuk membaca chapter spesialnya. >>>♡<<< Blurb: Siapa bilang setiap anak kembar itu bakalan akur? Kalau satu sakit yang lain juga sakit. Kalau yang satu pinter yang lain juga pinter. Mungkin itu semua bisa terjadi sama anak kembar lain. Berbeda jauh sama Haura dan Caira. Bagikan hitam dan putih. Siang dan malam. Keduanya selalu dibanding-bandingkan, dan tentu saja Haura lebih baik dari Caira. Bahkan ada dua cowo yang merebutkan Haura. Nggak kayak Caira, cewe urak-urakan yang selalu cari masalah. Pembuat onar di sekolah atau di rumah. Pertengkaran-pertengkaran di antara keduanya menjadi selalu ada karena perbedaan dan pandangan orang-orang. >>>♡<<< Update 2X seminggu
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#403
kembar
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Bitter Is You || ✔ ||
  • Rumah Penuh Cerita
  • Different (END)
  • ALGARA & ALTARA [End]✓
  • Bersaing atau Bersama? Pilih Satu!
  • Mengalah? Gak papa (END)✔
  • Hypomone {ὑπομονή} || END✓

Khanaya dan Khanayla, dua orang yang lahir dalam rahim yang sama dengan banyak perbedaan ketika terbentuk menjadi gadis remaja. Khanayla yang terlahir sebagai gadis cantik penuh keanggunan di setiap langkahnya, tutur kata yang lembut. Berbanding terbalik 360° dengan kakak kembarnya-Khanaya-yang begitu tertutup dengan sekitar. Hidup penuh misteri dan tekanan dari Ayahnya. Khanaya Neevezha Althaia Khanayla Naveezha Affran Dua bocah kembar yang berbeda dalam segala hal. . . . . . "Urusannya sama lo apa?" "Aku bisa minta sama Ayah buat kesini bersama." "Terus hubungannya sama gue apa?" "Kenapa kamu bersikap kayak gini ke aku? Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Jangan menjauh dari aku. Tolong." Dengan sangat jelas Khanaya mendengar suara kembarannya yang bergetar itu. Jujur saja rasanya Khanaya ingin menarik gadis yang lebih muda sepuluh menit darinya itu kedalam dekapannya. Ia tidak tega jika harus membiarkannya menangis lagi. Namun, kilasan ingatan atas perlakuan Ayahnya membuat Khanaya gelap mata. Tidak mungkin bagi Khanaya melupakan kenangan pahit itu. Tetapi perkataan sang Ibunda sebelum tarikan nafas terakhirnya, Khanaya diminta untuk selalu menjaga dan melindungi adik kembarnya dari segala macam bahaya. Ini belum saatnya, Khanayla harus menunggu sedikit lebih lama lagi jika ingin Khanaya yang sebenarnya kembali. "Gak usah repot - repot." Khanayla menggeleng Cepat. "Bukan ini yang aku mau." "Lo pikir gue juga mau berada di bawah tekanan, hah?! Gak sama sekali!" Tanpa sadar Khanaya meninggikan oktaf suaranya di hadapan Khanayla. . . . . . Please enjoyed this place story... [Rank my story] #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #6 : /anaksekolahan #8 : /penolakan

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan