Setitik kisah tentang lelaki sang pengangum tangisan semesta. Dua daksa yang di pertemukan oleh semesta, namun harus berakhir karena di pisahkan sang pencipta. Setitik memori yang tertulis, kini abadi dalam sebuah buku berjudul "Catatan Terakhir" dan memori itu memutar di otak bagaikan sebuah kaset lama yang menampilkan sebuah film bergambar. Seorang lelaki yang nyata namun terasa fatamorgana....
***
"Singkat saja, sebuah cerita yang di buat hanya untuk mengenang sesosok lelaki sang pengagum tangisan semesta." _Alvaro gavin winata