We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Thank You

Thank You

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 3, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Highschool
Wanita itu berlari menuju kedalam rumah sakit tidak memperdulikan orang-orang yang sedang memperhatikannya dengan tatapan aneh. Dengan baju tidur dan sendal jepit yang hanya digunakan dikaki kiri, dia berlari menuju lantai empat dengan tujuan berjumpa ibunya yang sudah setahun lebih tidak ia jumpai. Mimpinya malam itu membuat dia memberanikan diri untuk menjumpai ibunya. Saat ia tiba didepan kamar ibunya, wanita itu hanya bisa terjatuh sambil menahan tangis.... 1 Tahun Kemudian Caitiln Wirasti salim, wanita cantik berambut panjang itu menaiki tangga dengan cepat tanpa peduli dengan siapapun. Tujuannya adalah atap sekolah, ia sudah tidak kuat dengan derita yang dia rasakan hampir setiap hari. Wanita itu ingin mengakhiri hidupnya karena dalam benaknya lebih baik mati daripada tersiksa seperti ini. Namun saat ia membuka pintu menuju atap sekolah, langkah kakinya terhenti saat melihat sesosok orang sudah terlebih dahulu menempati lantai teratas sekolah......
All Rights Reserved
#265
bully
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • Círculo del Destino
  • ONESHOOT 21+
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • Silent Traces by the Sea
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Clause of Us

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines