LoveTweet

LoveTweet

  • WpView
    Reads 1,159
  • WpVote
    Votes 83
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 26, 2025
Nuansa Melodi menatap gedung tinggi menjulang di hadapannya. Gadis itu masih tak percaya bahwa ia berhasil masuk ke salah satu anak perusahaan terbesar di Indonesia. Bermodalkan menfess yang ia kirim di Twitter, dan tanpa disangka banyak akun yang me-reply cuitan miliknya, hingga gadis yang kerapkali dipanggil Nuna itu kini bisa berada disini Disamping itu, Nuansa Melodi juga senang bisa bertemu dengan Ginandra Eleandro, salah satu mahasiswa ayahnya dulu yang kini bekerja di perusahaan yang sama dengannya. Ginan yang merasa berhutang budi pada ayahnya Nuna, selalu menjadi tameng bagi Nuna selama gadis itu menjalani kegiatan magangnya. Begitupun juga karena Ginan dipercaya dosennya dulu untuk menjaga putri semata wayangnya. "Saya pulang sama Mas Ginan, Pak" ucap Nuna kala atasannya, Januari menawari dirinya untuk pulang bersama "Nuansa Melodi, apa saya harus jadi mahasiswa bapak kamu dulu? biar kamu juga percaya sama saya?" "Bukan begitu, pak Januar. Tap-" "Sekalian belajar jadi menantu bapakmu, boleh?" Nuansa Melodi, gadis itu hanya terdiam dan berusaha mencerna kalimat yang dilontarkan oleh pria otoriter di hadapannya, Januari Batara Cakrawangsa.
All Rights Reserved
#11
twitter
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Tawa dan Tragedi
  • "ASSALAAMUALAIKUM Habibati" _END_
  • Kahfi dan Yumna
  • Let Me Smile : Cerai dan Bahagia (END) ✓
  • My Teacher [END]
  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • 00.07 WIB [SELESAI]
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • LYVARU
  • Bad Boy and [EX] Bad Girl

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia Alesya, gadis dengan senyum selebar cakrawala, tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur."

More details
WpActionLinkContent Guidelines