SHAIRANUM

SHAIRANUM

  • WpView
    Membaca 5
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Sep 13, 2022
Aku mengira diriku sudah menyerah akan hidup ini dan akan mengabaikan segala hal yang datang padaku. Tetapi ternyata aku salah, Ketika Tuhan memberiku kesempatan untuk memulai lembaran baru, aku kembali jatuh di lubang dan kesakitan yang sama. Walaupun begitu, 'kesakitan' ini berbeda. Dulu hatiku melambai dan disambut oleh tepukan hangat yang penuh dengan kebohongan dan kepalsuan. Dan menyebabkan lambaian tanganku memar dan penuh luka karena tepukan tangan yang sangat kuat. Tetapi kini, hatiku terus melambaikan tangan tanpa kenal lelah dan semakin bersemangat kian harinya ,walaupun tahu, Sang Empu yang dilambai tidak akan berbalik menepuk lambaiannya. Tetapi, hatiku kekeh melambaikan tangannya karena tahu, walaupun Sang Empu tidak membalasnya, dia tidak akan menyakitinya dan membuatnya memar.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#135
contract
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • CARAKU MENINGGALKANMU
  • All of the stars [Bulan's]
  • Backstreet
  • TAK BERSAMBUT
  • SENA
  • Air Jernih yang Menghitam
  • Love in Apartement
  • Movin On
  • Another Me
  • Air Mata Cinta

"Hari ini, aku akan berhenti. Aku bangga pada diriku, aku tidak melakukan sesuatu yang berlebihan lagi. Ulang tahunnya tak terasa spesial bagiku. Tidak ada keinginan untuk memberikan sesuatu yang terbaik untuknya. Rupanya kamu selalu berhasil mendorongku menjauh. Aku pernah, menginginkan kabar darimu. Aku pernah ingin menjadi orang paling penting dalam hidupmu. Aku ingin menjadi yang utama dan pertama. Tapi, sejak kemarin, aku tahu sesuatu. Aku tahu bahwa chatmu denganku hanya dilakukan diwaktu luang." Raya mencintainya, dalam diam selama 4 tahun lamanya. Namanya Tio, sayangnya teman yang kemudian menjadi sahabatnya itu lebih memilih mengejar Vira. Bukan tak mengetahuinya, Tio tahu bahwa Raya menyukai dirinya, namun ia memilih untuk berpura-pura tidak tahu. Tidak pernah terlintas dalam benak Tio untuk membalas perasaan Raya, sedikitpun dia yakin dirinya tidak menyukai Raya. Bagaimana jika Raya mulai menjaga jarak dengan Tio? Bagaimana jika Raya sudah tidak bisa merasakan perasaan sayang untuk Tio? Akankah ceritanya jika suatu saat keadaannya berbalik?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan