SHAIRANUM

SHAIRANUM

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 13, 2022
Aku mengira diriku sudah menyerah akan hidup ini dan akan mengabaikan segala hal yang datang padaku. Tetapi ternyata aku salah, Ketika Tuhan memberiku kesempatan untuk memulai lembaran baru, aku kembali jatuh di lubang dan kesakitan yang sama. Walaupun begitu, 'kesakitan' ini berbeda. Dulu hatiku melambai dan disambut oleh tepukan hangat yang penuh dengan kebohongan dan kepalsuan. Dan menyebabkan lambaian tanganku memar dan penuh luka karena tepukan tangan yang sangat kuat. Tetapi kini, hatiku terus melambaikan tangan tanpa kenal lelah dan semakin bersemangat kian harinya ,walaupun tahu, Sang Empu yang dilambai tidak akan berbalik menepuk lambaiannya. Tetapi, hatiku kekeh melambaikan tangannya karena tahu, walaupun Sang Empu tidak membalasnya, dia tidak akan menyakitinya dan membuatnya memar.
All Rights Reserved
#79
contract
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • Another Me
  • THE ROOM
  • TAK BERSAMBUT
  • Terjebak Diwaktu Yang Sama
  • CARAKU MENINGGALKANMU
  • His Pretend Girlfriend (Completed)
  • Backstreet
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Air Mata Cinta

[ Noyaa Min ] Kemarin, kemarin, dan kemarin lagi, aku mencintai seseorang. Tetapi, hatiku salah memilih, dia memiliki pasangan yang mungkin tak dapat aku pisahkan, aku hanya akan menyakiti seseorang. Rasa ini terus aku pendam, tak akan pernah ada maksud untuk diungkapkan, rasanya salah sekali. Sungguh menyakitkan diam seperti ini, menyaksikan seseorang yang aku cintai bercanda gurau bersama dengan kekasihnya, temanku sendiri. Dia selalu menusuk hatiku dengan bunga setiap harinya, bukan soal cinta, tapi apa yang selalu ia katakan membuat aku jatuh cinta. Aku tak pantas bersamanya, apalagi memilikinya, pikiranku bilang pada hatiku 'bahwa dia terlalu sempurna' ini membuat aku berubah, sakit sekali. Sesekali aku menatapnya, gaya bicara yang selalu membuatku semangat, sempurna menurutku, ah-begitulah. Kembali, hatiku merasa bersalah saat aku melihat ia bersama kekasihnya yang datang tiba-tiba dan memeluknya dari belakang. Ah-aku selalu mengharapkan hal yang mustahil, semoga saja dia bisa menjadi milikku, tanpa aku harus menyakiti orang lain. Saat ini, aku masih saja menunggu, menunggu kapan ia bisa aku miliki, seutuhnya. _____________________✷______________________ [ Feeling ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines