WORLD OF TRAITORS

WORLD OF TRAITORS

  • WpView
    Dibaca 700
  • WpVote
    Vote 298
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Mei 14, 2024
WpInfo
Non-fiksi
Kehilangan rumah untuk bercerita adalah hal sangat menyedihkan dalam hidup,semua orang tidak akan siap kalau akan kehilangan tempat untuk bercerita. Kalau tidak ada tempat untuk bercerita lalu dimana kita harus bercerita? Apakah kita harus memendam itu semua? Apakah kita sanggup memendam semua rasa yang menyatu tanpa diceritakan kepada orang yang sudah dianggap rumah,tempat kita bercerita?. Lalu bagaimana dengan seseorang yang kehilangan tempat untuk bercerita secara tiba-tiba? Orang yang dipercaya selalu ada buat kita tentu akan meninggalkan kita suatu saat nanti. Apakah kita akan siap jika suatu saat nanti itu akan tiba? Bagaimana perasaan seseorang saat satu-satunya yang dianggap rumah itu pergi secara tiba-tiba?. Apakah itu sangat sakit?... ° ° ° AYOK KAWAN JANGAN LUPA MAMPIR DAN BERI SARAN YAH🫶🏻!.. ° ° ° jangan lupa juga follow akun ig @ichaa11_
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#5
peoplecomeandgo
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Sudut Luka Nazea
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • Rintik Hujan
  • Hiraeth.
  • ANGKASA
  • ALEYA~~
  • If we can together
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]
  • Ananta Bandhana

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan