We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Terjebak Dalam Melodi

Terjebak Dalam Melodi

  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 15, 2022
WpInfo
Fanfic
1Direction
Masa remaja adalah masa yang menyimpan sejuta kisah di balik peristiwa, dan peristiwa inilah yang terkadang membuat seorang remaja terjebak di dalam dunia mimpi. Inilah, jebakan perasaan dari cinta virtual dua orang remaja yang mampu mematahkan kepribadian keduanya. Seorang gadis penderita mental health harus menerima pahitnya kehidupan atas bullyan dan juga olokan yang dia sendiri tak tahu karena apa. Tak hanya itu, dirinya adalah korban dari keegoisan ke dua orang tuanya. Namun, bullyan itu tak menyudutkannya untuk mengenal dunia virtual, yakni media sosial. Tanpa dia sangka, dia berkenalan dengan seorang cowok yang menyukai petikan melodi gitar dan merubah hidupnya. Tapi, perubahan itu benar-benar merubahnya menjadi pribadi yang tak pernah dia sangka-sangka. Sebab, dia terjebak dalam melodi yang tak mungkin dia sesali lagi. "Kenapa kita harus bertemu? Untuk apa pertemuan ini? Kamu telah menghancurkan hidupku, brengsek." "Bukankah kita saling mencintai? Dan bukankah orang yang saling mencintai pantas tuk melakukannya?" "Tapi, bukan seperti ini caranya. Kamu telah menghancurkan hidupku. Kamu telah merusak masa depan ku." "Syuttt. Satu ucapan lagi, aku akan kembali menjebak mu ke dalam melodi mimpi." Siapakah ke dua remaja ini? Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang membuat mereka terjebak dalam melodi? Bagaimana cara mereka terbebas dari jebakan melodi ini?
All Rights Reserved
#240
gitar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Melody Arthadiesa
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Human Living (Slow update)
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Mellifluous ✔ [OPEN PO]
  • Jiwa Senada | Terbit
  • FIX YOU [TERBIT]

[Proses Revisi] Ntah apa yang menurut semesta ini lebih menyakitkan dibandingkan orang tua yang berkeji hati pada sang buah hati. Segala sarwa kehidupan menjadi saksi kepahitan. Ntah sejuta nestapa lara yang terpendam, terkubur jauh lebih dalam, terbendung nyata dalam atma yang telah layu. Menyisakan duka yang terlampau sendu. Aku terlalu rapuh, untuk segala hal yang telah lalu. Ntahlah agaknya, aku terlalu sungguh, menginginkan kasihmu yang tak lagi utuh. Aku adalah aksara yang tak bermakna, sedangkan engkau fatamorgana yang kupaksa jadi nyata. Segala hal tentang keabadian fana adanya. Ini bukanlah perihal asmaraloka, ini perihal sebuah jiwa yang tak lagi utuh, yang selalu jatuh, yang terlihat tangguh namun sangatlah rapuh. Sebuah jiwa yang kehadirannya tak pernah lagi tersentuh oleh tangan-tangan halus, yang dirindukan dari seorang ayah. "Ayah tak mencintaiku..tapi aku mencintainya. Sampai kapanpun akan terus mencintainya." "Tuhan mengapa hidup di dunia begitu melelahkan?" "Sunoo lelah, bolehkah Sunoo menyerah?" "Mengapa dunia begitu kejam padaku?" "Tuhan, aku lelah terus berpura-pura bahagia" "Aku sudah terbiasa kehilangan.. tetapi mengapa rasa sakit selalu datang saat aku kembali merasakan kehilangan?" "KENAPA HARUS AKU YANG MERASAKAN INI SEMUA?!" (Baru revisi bagian awal. Sisanya belum. Kalo ada kekurangan mohon maaf, bagian awal mungkin kurang seru, tapi coba baca sampe akhir, dijamin seru! Kalau kata orang sih gitu... Hehehehehe) Cover by : ZaAera20 Multi language Ada bahasa kasar sedikit Narasi : baku Dialog : non baku Mengandung kekerasan⚠️ Terdapat unsur bullying ⚠️ Start : 23 Februari 2021 End : 28 Agustus 2021 Cerita ini murni ide author, jika menemukan kesamaan cerita, itu hanya sebuah kebetulan Dilarang keras mengcopy cerita Zera!⚠️ Cerita Zera diperuntukkan untuk di baca.. bukan di copy atau di plagiat

More details
WpActionLinkContent Guidelines