Adrian, adalah seorang diplomat muda yang cerdas, ambisius, dan karismatik. Ia sudah dikenal luas karena keberhasilannya dalam menangani negosiasi internasional yang kompleks meski usianya masih sangat muda. Penampilannya yang tampan dan pesonanya yang memikat membuatnya mudah untuk mendapatkan perhatian, baik itu di ruang negosiasi atau di luar itu. Ia adalah seorang yang bukan hanya pandai berbicara, tetapi juga tahu bagaimana mengeksploitasi kekuasaan dan pengaruhnya.
Perwira militer, yang kita sebut sebagai Kapten Abdi, adalah seorang laki-laki yang jantan, disiplin, dan memiliki otoritas. Ia memiliki reputasi sebagai seorang pemimpin yang kuat dan adil di kalangan pasukannya, dan juga dikenal karena keberaniannya di medan perang. Abdi tampak seperti sosok yang kokoh dan tak tergoyahkan, namun di balik seragam militer dan eksterior yang kuat, ada sisi yang lebih lembut dan rapuh yang hanya Adrian yang tau.
Pada suatu hari, Kapten Abdi mendapat tugas untuk melindungi Adrian selama kunjungan diplomatiknya. Meski awalnya berjalan lancar, sebuah insiden memaksa mereka untuk menghabiskan waktu lebih banyak bersama. Dalam diam, ada sesuatu yang mulai tumbuh di antara mereka. Ketegangan seksual dan emosional yang mendalam, mengisi setiap percakapan dan pertemuan mereka.
Namun, dalam dunia yang penuh perang dan politik, cinta dan hubungan seperti itu bukanlah sesuatu yang mudah. Apalagi ketika mereka berdua adalah sosok penting di masyarakat, dengan banyak mata yang selalu mengawasi.
Andre punya segalanya-uang, status, dan warisan yang menunggu giliran. Tapi satu hal yang tak pernah ia miliki adalah kendali atas dirinya sendiri. Arya, pria yang datang dari dunia yang kontras dengan Andre, tak pernah memintanya tunduk. Ia hanya menatap... dan Andre tak pernah bisa berkata tidak.
Hubungan mereka bukan cinta, bukan juga kontrak. Tapi setiap sentuhan, perintah, dan diam Arya menancap lebih dalam dari apa pun yang pernah Andre kenal.
Ketika batas antara ketergantungan dan kepemilikan mulai kabur, Andre harus memilih: tetap menjadi "kawula" dalam hidup yang bukan miliknya, atau kehilangan satu-satunya orang yang membuatnya merasa nyata.
Notes: Cerita ini hanyalah fiksi belaka, kesamaan nama dan setting merupakan sebuah ketidaksengajaan dalam penulisan cerita. Cerita ini mengandung unsur yang mungkin membuat tidak nyaman untuk beberapa pembaca, dimohon bijak dalam memilih bacaan.