Adrian, adalah seorang diplomat muda yang cerdas, ambisius, dan karismatik. Ia sudah dikenal luas karena keberhasilannya dalam menangani negosiasi internasional yang kompleks meski usianya masih sangat muda. Penampilannya yang tampan dan pesonanya yang memikat membuatnya mudah untuk mendapatkan perhatian, baik itu di ruang negosiasi atau di luar itu. Ia adalah seorang yang bukan hanya pandai berbicara, tetapi juga tahu bagaimana mengeksploitasi kekuasaan dan pengaruhnya.
Perwira militer, yang kita sebut sebagai Kapten Abdi, adalah seorang laki-laki yang jantan, disiplin, dan memiliki otoritas. Ia memiliki reputasi sebagai seorang pemimpin yang kuat dan adil di kalangan pasukannya, dan juga dikenal karena keberaniannya di medan perang. Abdi tampak seperti sosok yang kokoh dan tak tergoyahkan, namun di balik seragam militer dan eksterior yang kuat, ada sisi yang lebih lembut dan rapuh yang hanya Adrian yang tau.
Pada suatu hari, Kapten Abdi mendapat tugas untuk melindungi Adrian selama kunjungan diplomatiknya. Meski awalnya berjalan lancar, sebuah insiden memaksa mereka untuk menghabiskan waktu lebih banyak bersama. Dalam diam, ada sesuatu yang mulai tumbuh di antara mereka. Ketegangan seksual dan emosional yang mendalam, mengisi setiap percakapan dan pertemuan mereka.
Namun, dalam dunia yang penuh perang dan politik, cinta dan hubungan seperti itu bukanlah sesuatu yang mudah. Apalagi ketika mereka berdua adalah sosok penting di masyarakat, dengan banyak mata yang selalu mengawasi.
Crysan, anak dari istri pertama yang sudah meninggal, bercita-cita menjadi dokter tapi orangtua justru memintanya menjadi bidan saja dengan alasan yang sangat membagongkan, dan saat bangun dari koma usai kecelakaan Crysan harus mendapatkan kenyataan jika pacarnya justru menikah dengan adiknya sendiri disaat dirinya berjuang antara hidup dan mati.
Sebuah puncak ketidakadilan yang membuat Crysan murka dengan hidupnya yang dipaksa terus mengalah demi sang adik yang tidak tahu diri.
"Tidak Ibu tidak anak, kalian para perempuan perebut yang tidak becus mencari pria sendiri. Seharusnya Anda mengajari anak Anda agar lolos gelar S.Ked bukannya mengajari bagaimana cara merebut tunangan dari orang yang sekarat."
Marah, murka, sedih dan kecewa, hal itulah yang membuat Crysan tanpa pikir panjang langsung menerima tawaran menjadi relawan kemanusiaan di tempat antah berantah dibandingkan harus melihat mantan pacarnya menjadi adik iparnya.
Sebuah keputusan yang membuatnya harus terlibat dengan seorang Kapten militer menyebalkan bermulut jahat yang menyelamatkannya hidupnya berulangkali. Kapten brengsek yang siapa sangka akan menjadi kesayangan untuk Crysan.
Lantas bagaimanakah akhirnya? Akankah Crysan akan bahagia dengan Sang Kapten atau justru akan menorehkan luka lainnya?