Adrian, adalah seorang diplomat muda yang cerdas, ambisius, dan karismatik. Ia sudah dikenal luas karena keberhasilannya dalam menangani negosiasi internasional yang kompleks meski usianya masih sangat muda. Penampilannya yang tampan dan pesonanya yang memikat membuatnya mudah untuk mendapatkan perhatian, baik itu di ruang negosiasi atau di luar itu. Ia adalah seorang yang bukan hanya pandai berbicara, tetapi juga tahu bagaimana mengeksploitasi kekuasaan dan pengaruhnya.
Perwira militer, yang kita sebut sebagai Kapten Abdi, adalah seorang laki-laki yang jantan, disiplin, dan memiliki otoritas. Ia memiliki reputasi sebagai seorang pemimpin yang kuat dan adil di kalangan pasukannya, dan juga dikenal karena keberaniannya di medan perang. Abdi tampak seperti sosok yang kokoh dan tak tergoyahkan, namun di balik seragam militer dan eksterior yang kuat, ada sisi yang lebih lembut dan rapuh yang hanya Adrian yang tau.
Pada suatu hari, Kapten Abdi mendapat tugas untuk melindungi Adrian selama kunjungan diplomatiknya. Meski awalnya berjalan lancar, sebuah insiden memaksa mereka untuk menghabiskan waktu lebih banyak bersama. Dalam diam, ada sesuatu yang mulai tumbuh di antara mereka. Ketegangan seksual dan emosional yang mendalam, mengisi setiap percakapan dan pertemuan mereka.
Namun, dalam dunia yang penuh perang dan politik, cinta dan hubungan seperti itu bukanlah sesuatu yang mudah. Apalagi ketika mereka berdua adalah sosok penting di masyarakat, dengan banyak mata yang selalu mengawasi.
HOT STORY IN :
2025 June, #9 Romance
2025 June, #2 Action
2025 June, #3 Aksi
2025 July, #3 General
2025 September, #4 Military
2025 March-June, August #1 Riset
Huasya, mahasiswa S2 di kampus nomor 1 di Indonesia, selalu memiliki fantasi terhadap para abdi negara berseragam loreng. Ia bermimpi kelak dapat menjadi ibu Persit atau ibu PIA seperti novel romansa yang ia baca di aplikasi webnovel langganannya.
Sayangnya tidak semudah itu baginya bertemu atau bahkan sekadar berinteraksi dengan para tentara. Ia yang melekat dengan citra "anak rumahan" tidak pernah seforum dengan tentara-tentara ganteng seperti yang diimpikan. Sampai satu hari Huasya mengikuti kegiatan orientasi kampusnya, akhirnya ia bisa bertemu dengan Mayor Dipta Bramantya-pria sejuta pengagum.
Hanya saja, ternyata bertemu bukan berarti bisa bersama. Bersama bukan berarti bisa bersatu, bersatu bukan berarti selalu ada.
"Minggir, tolong!"
"..."
"Huasya . . . "
"Om Mayor, nikah, yuk!"
Disclaimer :
Cerita ini karangan fiktif belaka yang terinspirasi dari fenomena viral di tahun 2024. Apabila terdapat kesamaan penokohan karakter dalam novel dengan profil tokoh yang nyata, maka hal itu karena penulis merupakan penggemar tokoh tersebut.
Cover generated by Neng Gemini, final editing by me.