MY PSYCHIATRIST

MY PSYCHIATRIST

  • WpView
    Reads 30,055
  • WpVote
    Votes 1,666
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 10, 2025
"Where's noona?!" teriak Alphen dengan kemarahan yang sudah tak bisa ia bendung lagi. Tangannya menghantam meja makan, membuat *cling!* suara piring-piring porselen pecah berhamburan ke lantai. Beberapa pecahan terpantul ke arah kursi dan karpet, menambah kekacauan di ruang makan yang awalnya tertata rapi. Beberapa pelayan menunduk dalam diam, tak ada satu pun yang berani mendekat. Di saat yang sama, Cassie membuka pintu rumah dengan tergesa-gesa. Nafasnya memburu, rambutnya berantakan karena angin malam, dan wajahnya penuh panik. "Alphen!" serunya sambil berlari kecil ke arah ruang makan. Begitu melihat kekacauan di sekeliling meja, langkah Cassie terhenti. Matanya membulat saat melihat pecahan piring di lantai, dan di tengahnya, Alphen berdiri membelakanginya, tubuhnya tegang, kedua tangannya mengepal di sisi tubuhnya. "I'm really, really sorry, Alphen... I can't keep my promise." ucap Cassie pelan, suaranya hampir bergetar. Ia tahu... dia benar-benar terlambat. Alphen tak langsung menoleh. Ia hanya berdiri diam, menatap kosong ke arah meja makan yang kini porak-poranda. Cassie perlahan melangkah masuk, melihat sekilas piring-piring yang pecah, lalu menunduk dalam-dalam. "Ini salahku..." bisiknya penuh penyesalan. "Aku... aku melupakanmu. Maafkan aku..." Alphen akhirnya berbalik, menatap Cassie dengan mata yang tampak memerah. Tapi bukan karena marah melainkan karena menahan kekecewaan yang begitu dalam. Suaranya terdengar pelan namun tajam. "Yeah. This is your fault." katanya sambil menunjuk pecahan di lantai. "So what are you gonna do now?"
All Rights Reserved
#259
malesub
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • 𝘿𝙚𝙨𝙩𝙧𝙪𝙘𝙩𝙞𝙤𝙣 𝙊𝙛 𝙏𝙝𝙚 𝙎𝙞𝙣𝙣𝙚𝙧
  • 𝐓𝐑𝐀𝐏𝐏𝐄𝐃 || 𝐎𝐆
  • PRILLY ( tentang rasa ) 2
  • Hello Stranger
  • 𝐊𝐚𝐥𝐚 𝐒𝐞𝐧𝐣𝐚 [Sudah Terbit]
  • Doctor Lil-Daddy [END]
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • Sehangat Maaf Mentari (Tamat)
  • A L O D I E

Maaciw, udah mau mampir yah guys😊😊😊 ------------------------ "Kenapa ngehindarin gue?" ulang Ali dengan suara yang sama. Prilly menunduk sambil menggigit bibir bawahnya, yang selalu ia lakukan ketika sedang gugup dan ketakutan. Prilly masih bergeming di tempatnya, dan menajamkan gigitannya, membuat darah segar keluar dari bawah bibirnya. Ali menghembukan nafasnya kasar, lalu menarik dagu Prilly lembut sampai mendongak menatapnya membuat gigitab di bawah bibirnya terlepas. Ia mejukan wajahnya hingga mendekat ke wajah Prilly, Prilly memejamkan matanya, tak mau melihat apa yang akan dilakukan Ali, terlalu takut mungkin?. Ali menyapukan lidahnya ke bawah bibir Prilly yang terdapat darah disana. Prilly mengumpat Ali dalam hati. "Darah lo manis banget, gue suka" bisik Ali tepat di telinga nya dengan seringainya, membuat Prilly bergidik ngeri, dalam hati. --------------------------------------- "L-lo ma-mau apa?" tanya Prilly panik saat melihat pisau di genggaman tangan Ali. "Gak tau, mutilasi lo mungkin?" ujar Ali yang kelewat santai, membuat Prilly bertambah panik. "L-lo gak serius kan?" tanya Prilly tergagap, ia sudah ancang-ancang untuk lari namun tangannya di cekal oleh Ali, seketika kaki Prilly lemas ia tak bisa menahan tubuhnya, ia merosot ke tanah. --------------------------------- Jangan lupa vomment!! Hargailah karya Author😉

More details
WpActionLinkContent Guidelines