VIRMAID - ARC II: Long Journey

VIRMAID - ARC II: Long Journey

  • WpView
    Dibaca 321
  • WpVote
    Vote 38
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Jan 19, 2024
WpInfo
Fiksi
Fantasi
Setelah pertempuran aneh dan melelahkan di museum kota, Excelsis bersama Lysa dan Schifar akan menemui kejadian luar biasa lain. Siapakah serigala putih yang terperangkap dalam es abadi itu? Apa yang ada di pikiran Wyfrien sewaktu Neg Ergess benar-benar memberinya jabatan sebagai guru di Carpe Noctem? Siapakah Merphanon laki-laki yang menguntit Excelsis? Terlalu banyak tanda tanya, apakah EG dkk bisa menyelesaikannya satu per satu?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#7
pixie
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • My Savior Mate (Diterbitkan)
  • Hybrid United
  • HUNTING!'the blood' [HUNTING!SEASON1] COMPLETE✅
  • code name: Motera
  • Virmaid: ARC I - The Beginning [FINAL REVISION]
  • The Spesial Bride of Dragon
  • PETUALANGAN DUA DUNIA (Lengkap)
  • NUBIBUS (Pertarungan Di Dua Dunia Berbeda)
  • Nightwalker (tamat)

Fantasy-werewolf "Apakah setiap serigala memiliki mate dari kaumnya sendiri?" Tanyanya. Dahi Arnold berkerut. "Tidak juga, ada beberapa dari mereka yang memiliki mate dari seorang manusia bahkan yang paling ekstrem dari bangsa vampire, meski hal itu sangat jarang terjadi-tunggu!" Arnold menegakkan tubuhnya. "Kau sudah menemukan mate-mu?" Tanya Arnold. Gabrielle terdiam, dalam hatinya tengah bergejolak. Arnold terkekeh. "Bagus kalau begitu, kau menemukan mate-mu lebih cepat, dibandingkan aku yang belum menemukannya. Kau bisa menghisap darahnya untuk bertahan." Kekehnya. "Apa aku bisa menolaknya sebagai mate-ku?" Tanya Gabrielle tiba-tiba membuat Arnold tersentak. "Mengapa?" Tanya Arnold. "Bukankah kau butuh dia untuk tetap hidup sebagai vampire?" "Apa aku bisa menolaknya sebagai mate-ku?" Tanya Gabrielle mengulang, membuat Arnold menyeringai. "Tentu saja."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan