you back

you back

  • WpView
    Reads 2,861
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 3, 2015
Aku mencintainya, Adit cinta pertama ku, lelaki pertama yang menggetarkan hatiku sekaligus lelaki pertama yang menghancurkan hatiku. Aku memang egois menghalangi cita-citanya demi cinta ku tapi bukan berarti itu menjadi alasan dia menyelingkuhi ku. Waktu berlalu, aku bertemu adit kembali. Cinta itu memang masih ada tetapi rasa benci ku kepada adit lebih besar daripada rasa cintaku. Adit berkata aku wanita egois, aku mengakuinya tetapi apakah adit tidak merasa bersalah sedikitpun telah mengkhianati rasa sayangku padanya. aku harap kalian suka cerita ini. mohon kritik, saran serta vote dan coment nya ya .
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • You are in my past and my future [END]
  • Natasya And Senior Bad
  • Hitam Putih Cinta [Terbit Ebook]
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Mahligai Sunyi
  • Rindu yang berjarak
  •  Mengikhlaskanmu Di Ujung Senja (PROSES REVISI)
  • My Destiny (Complete)

Cinta itu nyata dan bisa terjadi kepada siapa saja. Termasuk aku yang mencintai sosok idola banyak orang. Lucu bukan ? Seorang fans mencintai idolanya? Namun itu yang aku rasakan mau bagaimana lagi cinta dayang tanpa memilih siapa yang akan dicintainya ? Dan kalian tahu aku ini seorang pengecut yang tak berani menunjukan rasa cinta itu, padahal orang yang ku cinta berada disekelilingku. Aku hanya mampu memberinya puisi, sarapan, ucapan semangat, dan juga ucapan selamat jika ia meraih sebuah gelar juara. Aku melakukan itu semua tanpa memberi tanda siapa aku. Biarlah begitu jika aku dan dia jodoh kita pasti bertemu entah kapan itu. Satu yang pasti cinta ku akan selalu tumbuh untuknya. ~Eka Prisilia Rahyana Siapa sebenarnya kamu? Tulisan-tulisanmu membuatku penasaran dengan wajahmu. Sarapan yang kamu kirimkan begitu lezat. Aku selalu menikmatinya. Jika aku bertemu denganmu ingin rasanya ku ucapkan terima kasih banyak. Berkat tulisan-tulisan itu aku menjadi lebih bersemangat dalam menjalani hidup ini. Apakah kamu tahu tanpa kamu sadari aku telah jatuh hati ke kamu? Aku harap kita akan segera bertemu dan mengungkapkan rasa ini satu sama lain. Aku mencintaimu walau kita belum pernah bertemu. ~Ernando Ari Sutaryadi Aku mengenalmu jauh sebelum kamu mengenalku jauh sebelum pertemuan pertama kita. Rasa itu hadir jauh sebelum kita bisa sedekat ini. Namun sayang ketika kita dipertemukan ternyata kamu mencintai dia sahabatku, tak apa sebelum kata jadian diantara kalian terucap aku tak kan berhenti untuk mengejar. Aku akan tetap memperjuangkanmu sampai pada akhirnya lelah itu menghampiriku sendiri. ~Saddam Emmiruddin Gaffar

More details
WpActionLinkContent Guidelines