HANABI.

HANABI.

  • WpView
    Reads 49,224
  • WpVote
    Votes 2,125
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 14, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"Selesai bicaranya?" Pria dengan balutan kemeja hitam itu sudah angkat bicara setelah lama ia hanya diam menatap tajam sembari mendengarkan pembelaan diri dari salah satu mahasiswi baru yang cukup dikenal selama masa orientasi, atas seberapa menariknya Hanabi Gibbs ini. Itu yang Hanzo dengar dari banyak informasi sembunyi bahkan ada yang terang benderang menyatakan hal tersebut. Cukup mengganggunya. Gadis dengan seragam putih hitam dan rambut kepang dua yang menghias parasnya. Terlihat sudah berkaca-kaca, entah, ia merasa harga dirinya lebih jatuh lagi dibanding ucapan jahat Kagura tadi. Sialnya itu adalah Hanzo, tunangannya sendiri, sang Presiden BEM Universitas LoD (Land of Dawn). Baru kali ini ia mengaku bahwa posisi Hanzo dan dirinya itu sangat jauh. "Ya-a." Sahut Hanabi dengan isak pelan, hanya Hanzo yang mendengar itu. Melihat banyak yang perlahan menjauh dari sorotan mereka bertiga, ada yang memilih sendiri karena mulai hujan kecil, ada yang perlu ditegur oleh kakak tingkat panitia. Semua dipendam sedari tadi, air matanya tidak mau menunggu terlalu lama lagi. Ia mengusap pipi ketika merasa sudah berguguran kecewa. Begitupun dengan Hanzo yang terdengar hanya oleh Hanabi, menghela nafas berat, seperti mengalihkan profesionalnya sedikit agar gadis cantiknya itu tidak berlebihan menyedihkannya. Hanzo tidak suka itu. ..... Hanabi, temui saya di ruang BEM .... "Bukannya tadi sudah deal Hanabi? Tidak ada bantahan selama saya belum selesai berbicara. Apa saya yang salah dengar?" ****** © September 2024 JANGAN DITIRU YAAA Warning: smoke, love, kiss, hot, cuddle, harsh words, bad attitude, loud mouth, break the rules Hanya untuk ymma (yang mau mau aja) No judging if u get bother with my story, just leave. ins: bulehnuri 🔥 nuli
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Keep Your Smile
  • Love Letters [END]
  • JENASAKA
  • My First Love [END]
  • You're my mine[End✓]
  • The Sexy Lecturer Is Mine
  • GHAIKA (REVISI)

Aluna, satu dari sekian banyaknya mahasiswi yang merasakan pahit-asamnya kehidupan perkuliahan. Tingkat kenormalannya jauh di bawah rata-rata namun masih memiliki sekian nol persen kesadaran bersama rekan-rekannya. Berimpian mulia ingin pergi umroh dari kupon kuaci yang sering ia beli meski tak pernah memakannya. Sayang, impian mulianya itu harus tergeser paksa akan suatu keadaan mendesak yang tak begitu penting. "Saya beri waktu kamu sebanyak yang kamu mau." Sumpah, padahal ia sudah berusaha mendorong orang itu sekuat tenaga. Tapi, apakah amarah itu bisa membuat kekuatan seseorang meningkat? "Bahkan sampai ajal menjemput?" Kenapa susah sekali melepas genggaman tangannya? Apalagi posisi keduanya cukup berbahaya, salah-salah bisa membuat orang salah paham ketika melihatnya. "Tidak selama itu, pertimbangkan dengan matang." Aluna menyeringai, sebelum pernyataan dan ancaman itu sudah bercampur, ia harus melakukan sesuatu yang lain. "Jawaban itu pasti akan datang dan akan sangat memuaskan anda. Tapi, jika saya juga merasakan hal yang sama." "Baiklah, mari kita lihat ke depannya." Start : Agustus20 Finish : 14 Maret21

More details
WpActionLinkContent Guidelines