Cerita ini merupakan sequel dari My Enemy Is My Husband, cerita yang aku tulis sebelumnya
Dan ini merupakan kelanjutan dari cerita tersebut yang menceritakan tentang perjalanan hidup anak-anak mereka
"Sini"ucap Alin setelah kembali ke kamarnya tadi sambil menepuk pahanya, Vansa pun hanya menurut
"Kenapa bisa berantem?"tanya Alin sambil mengobati luka Vansa
"Gak tau, tadi dia tuba-tiba nyerang gitu aja"jawab Vansa sambil menatap wajah serius Alin dari bawah
"Emang iya?"tanya Alin lagi
"Iya Angelina Salsa Fernando"jawab Vansa sambil mengubah posisinya menghadap ke perut Alin
"Masih sakit?"tanya Alin sambil mengelus pipi Vansa
"Masih! Kalo belum lo cium"ucap Vansa sambil menatap wajah Alin
"Sa ae modusnya lo bambank"cibir Alin sambil menekan luka pada pipi Vansa
"Sakit Alin!"ketus Vansa
"Eh maap lupa"jawab Alin cengengesan sambik mengusap pipi Vansa
"Masa diusap doang sih! Kan gue mintanya di cium"ucap
Cup
"Udahkan"ucap Alin setelah mencium pipi Vansa yang lebam tadi
"Emm jadi makin sayang"ucap Vansa sambil memeluk punggang Alin masih dengan posisi berbaring dipaha Alin
"Tidur gih"titah Alin
"Sama lo ya?"pinta Vansa dengan wajah memelas
Dari pada gantung mendingan langsung baca:)