Hikayat Penjelajah Angkasa

Hikayat Penjelajah Angkasa

  • WpView
    مقروء 127
  • WpVote
    صوت 46
  • WpPart
    فصول 12
WpMetadataReadللبالغينمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: أحد, أكتـ ٢, ٢٠٢٢
[The Tale of Ardhkamil Novel Series #1] ⚔️⚔️⚔️ -{17+}- -{ Perhatian : tulisan ini memiliki banyak kata-kata tidak sopan dan adegan kekerasan. Tidak untuk ditiru. }- =====👻👽===== Akan kumulai perjalanan gila ini dengan sebuah statement. Melihat hantu merupakan hal yang sangat biasa bagiku. Baik, mungkin itu tidak biasa bagi kalian, tapi aku sudah bisa melihat mereka sejak usiaku lima tahun! Orang-orang selalu menganggapku sebagai anak yang aneh. Ah, aku tidak peduli pada yang mereka katakan. Aku sudah kebal dengan tatapan mereka yang sangat menghina itu. Toh, aku senang menjalani semua ini. Pada satu titik dalam hidupku, aku juga sadar bahwa aku bukan hanya mampu melihat mereka dalam bentuk seperti apa pun yang ingin mereka perlihatkan. Tapi, aku juga bisa merasakan dan membedakan jenis energi mereka. Djin, iblis, siluman, apapun itu. Namun hari ini, aku merasakan sebuah signatur yang berbeda. Aku belum bisa mengidentifikasi jenis apa energi ini. Yang jelas, intuisiku berkata bahwa energi ini milik makhluk ekstraterestrial yang belum pernah kutemui, makhluk yang berasal dari luar bumi, berasal dari luar Ardhkamil! Dan yang paling menakutkan adalah, sangat terasa sekali bahwa intensi makhluk ini adalah untuk membunuhku! ===== 👻👽 =====
جميع الحقوق محفوظة
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Dedarah 「END」
  • Girl In Novel
  • INDIGO 2 ✓
  • Indigo Bobrok 2 [END]
  • JINGGA (Bab 1 s/d Bab 38) ENd ✔️
  • I'M MARIANNE [TERBIT]
  • bisikan
  • CATATAN HARIANKU
  • Kumpulan Cerita Horor

[15+] Aku dikutuk. Aku hanyalah seorang gadis penderita asma yang ingin menjalani hari-hari dengan tenang bersama ibu dan adik laki-lakiku. Aku tidak mau punya masalah dengan orang lain, aku cenderung menghindari mereka. Namun, saat aku bangun pagi itu. Semuanya berubah. Seseorang sudah mencari gara-gara padaku. Siapa orang yang sudah memberikan kutukan ini? Bagaimana bisa aku harus berurusan dengan makhluk mengerikan yang bisa mencekikku dengan rambut panjang tak terukur dan bisa mencabik-cabikku dengan kuku-kuku setajam gunting itu? Siapa pun dia, aku tidak akan memaafkannya. Dibantu Darma, pemuda bodoh si maniak kasus-kasus misterius, aku menyusuri bagaimana kutukan ini bisa sampai kepadaku. Aku dibuat tak percaya. Aku harus memindahkan kutukan ini pada orang lain dengan ritual yang aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya. Kutukan ini membuatku kehilangan hal paling berharga dalam hidupku. Aku frustrasi, aku ingin mati saja. Di titik terendah dalam hidupku, aku menemukan cara lain. Sayangnya, aku harus siap berkorban nyawa. Itu jauh lebih baik daripada hidup berlumuran darah sembari menunggu ajal tiba.

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى