Gadis Pelampiasan Hasrat [18+]

Gadis Pelampiasan Hasrat [18+]

  • WpView
    Reads 7,679
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 25, 2022
Btw ini mature content ya, bijak dalam membaca! 👇👇👇👇 "Ak---aku ha--mil tuan, lalu sekarang aku harus ap--apa?" tanya Nata lirih, air matanya sudah mengambang membasahi pelupuk matanya. Martin mendesah pelan, bingung harus bagaimana. Bukan ini tujuannya menikahi Nata. Pelipisnya yang tadinya baik-baik saja, jadi terasa pening tak karuan. Di pandangi nya wajah teduh nan jelita milik sang pelampiasan hasrat. Wajah yang selalu menemani di saat pria itu sedang sedih dan bahagia di bawah kungkungan nya. "Aku tahu kamu tidak akan mau menggugurkan kandungan mu, kan?" Ditengah tangisnya Nata mengangguk. Mana mungkin dia menggugurkan kandungan nya. Ia tak mau jadi pembunuh. "Baiklah, lahirkan anak itu dan kita rawat bersama ... Sudah, tidak usah menangis." Nata menerima pelukan hangat dari tuannya yang telah resmi menjadi suaminya 6 bulan lalu. "Tuan, jangan campakkan aku. Aku rasa aku---aku men--cinta--i mu ...."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Toxic Relationship
  • AILAH(END)✅
  • Mantan Lima Langkah [END]
  • Setelah Menikah
  • KEKASIH, JANGAN PERGI
  • Repair [Completed]
  • Sepaket Luka & Obatnya (Versi benar)
  • Darsa (END)

Di dalam hubungan ini, hanya ada aku dan rasa kesal mu *** "Menurutlah Nona, mungkin Tuan akan berbaik hati dengan meringankan hukuman mu," ucap Pria yang sama. Tidak mungkin! Dia Kris, tangan kanan dari seseorang yang Kaluna benci dan secara bersamaan juga ia cintai. "Apakah kau bisa menjamin Kris, bahwa ucapanmu benar?" tanya Kaluna dengan datar. Kris terdiam. "Kau bahkan tidak bisa menjamin dirimu sendiri akan selamat darinya jika tidak berhasil membawaku pulang bukan?" tanya Kaluna lagi dan Kris tetap tidak beraksi. Kaluna mendengguskan napasnya. Kaluna berjalan mendekat ke Kris, sebelah tangannya ia masukkan ke kantong celana yang ia pakai. Berhenti tepat di depan Kris, ia melirik ke arah belakang Kris, dimana beberapa anak buahnya berdiri. "Ada 4," batin Kaluna. Kembali memusatkan pandangan ke arah Kris. "Kau terlalu setia Kris, bagaimana jika kau bilang pada Tuan mu bahwa aku di temukan meninggal dunia? Kau tidak akan kena hukuman, begitu juga aku. Kau bisa mengambil jasad seseorang yang sudah rusak, anggap saja itu diriku. Selesai!" Kaluna mencoba menawarkan kerja sama. Kris terdiam, "Nona, kau tau bukan bahwa Tuan bisa mendengar semua ucapanmu saat ini." Kaluna melirik earphone yang terletak di telinga kiri Kris. "Sial!" umpat Kaluna. *** Kaluna tidak pernah tahu. Dari tangan yang pernah menyelamatkannya, datang genggaman yang tak akan pernah melepaskannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines