Entitas Lain

Entitas Lain

  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Stemmen 6
  • WpPart
    Delen 2
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd zat, sep. 17, 2022
WpInfo
Fictie
Horror
"Tidakkah kau lelah dengan semua ini? Bahkan rantai itu semakin kuat menahanmu." Gumam Seorang Wanita muda sembari menatap dingin keluar jendela. "Aku," tatap sesosok laki-laki bernuansa belanda, "aku masih ingin disini, Bahkan jika 10 rantai datang mencegahku, aku tetap akan bertahan." jawab sesosok laki-laki belanda tersebut dengan puluhan rantai hitam yang mencoba membelenggu tubuhnya. "Kita Berbeda... Tempatmu sudah bukan disini. Entitasmu berbeda dengan kami," Jawab Wanita tersebut, berjalan menghampiri sesosok laki-laki belanda tersebut lalu menatap hangat kearah Kedua netra pekatnya. "60 Tahun. 90 Tahun bahkan 120 Tahun. Tidakkah kau lelah? Sudah saatnya dirimu beristirahat. Lihatlah dirimu.. Auramu semakin gelap dan pekat. Bahkan Setitik cahaya tidak dapat menjangkaumu," ucap wanita tersebut, lalu menggenggam hangat ke dua tangan laki-laki belanda di depannya. tatap laki-laki tersebut dengan pilu di kedua netranya, "Kau.. Tidak suka aku disini? Setelah 10 tahun... Kau lelah bersama sosok kotor sepertiku?.." Gumam Sosok tersebut sembari terus menatap lekat ke arah wanita tersebut. "Tidak Seharusnya Kau Disini... Kita Berbeda.. Entitas Sepertimu berbeda... Kau... Bukanlah MANUSIA.."
Alle rechten voorbehouden
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geΓ―nteresseerd in

  • The Blackish White (COMPLETED)
  • Kako Kara No Koibito [End]
  • bisikan
  • 1. Imah Leuweung - Rumah Hutan
  • Collection Of Scary Stories
  • Pembantu Jadi Cinta (Terbit)
  • Keabadiaan || Bara ( Belum Di Revisi )
  • Dalam Bayangan Ketakutan: Kumpulan Kisah
  • Traces in the Light

Highest rank #15 in Horror "Hei, mengapa kau menatapku seperti itu?" Tanyanya dari ujung ruangan yang gelap. "Matamu indah.." "Kau menyukainya?" Gadis itu mengangguk. Pria berambut pirang berombak itu melangkahkan kakinya ke arah ranjang si gadis, dengan menundukkan kepalanya. Menggunakan sebelah tangan, ia meraih wajahnya sendiri. Dalam satu gerakan cepat, dua jemarinya menusuk lubang matanya, membuat sang gadis hampir memekik ketakutan. Dengan seringaian menakutkan dan darah hitam yang mengalir dari lubang matanya yang kosong, pria itu memberikan sebelah bola matanya yang dengan pupil berwarna biru sejernih laut dangkal pada si gadis. "Aku memberikan ini padamu. Sebagai gantinya, jiwamu terbeli olehku." 137

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen