Mr Billionaire Is Mine

Mr Billionaire Is Mine

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 15, 2022
Rafa Abinav Wibisono harus mencoba menerima tawaran mamanya untuk berdekatan dengan seorang perempuan, Mutiara Aneisha Kurniawan. Seorang gadis yang merupakan anak sahabat sang mama. "Kamu coba dulu bang, kalau memang tidak cocok mama nggak maksa kok" "Mau ya Bang?" Rafa mendesah kesal "Yaudah, terserah mama deh. Tapi janji nggak maksa, kalau aku nggak mau." putusnya. "Iya, mama janji. Lagi pula dia gadis yang baik kok" ➖➖➖ "Kamu nggak usah deketin saya lagi. Kita itu nggak cocok" ucap Rafa tegas "Kita bahkan belum mencoba apapun. Berikan aku waktu 6 bulan untuk masuk dihatimu" "1 mimggu" "Cepet banget. 3 bulan" "1 bulan" "3 bulan dan aku janji akan pergi jika kamu tetap tidak mencintaiku" "Oke, 3 bulan" putus Rafa.
All Rights Reserved
#297
billionaire
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Baby's Contract✓
  • Darsa (END)
  • BUNGKAM
  • Angel  or Devil Boy? (completed)
  • HI PA, AKU ANAKMU!
  • MAS SUAMI (END)
  • ZEAREI [PERJODOHAN]
  • BETWEEN US (STILL COMPLICATED)

Cerita ini sudah tamat dan bisa kalian dapatkan versi lengkapnya di Karyakarsa kataromchick atau versi ebook di google playbook 'Faitna YA'. ~~~~ Teija Nero dan Nova Saki tidak pernah berharap dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Mereka hanya terjebak dalam kondisi yang memantik kesalahpahaman semata. Katakan saja mereka berada dalam tempat dan kondisi yang tak beruntung, hingga harus dinikahkan dalam waktu singkat. Pernikahan itu bahkan dilaksanan saat mereka berada di penghujung masa SMA. Gila, bukan? Mana ada, sih, orang tua yang menikahkan putra dan putri mereka yang masih SMA? Jika kasusnya memang terjadi kehamilan, baik Teija dan Nova angkat tangan. Namun, kasus mereka berdua berbeda! Nova tidak hamil! Bahkan Teija saja belum sempat menyentuh bibir gadis itu, karena ibu Teija sudah keburu membuka kamarnya. Dalam kasus ini, Teija menyalahkan Nova. Karena permintaan gadis itu yang aneh, mereka menjadi terikat sepenuhnya. Namun, karena mereka masih sangat begitu muda, maka masih banyak kesempatan yang bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan menjanjikan. "Kita nggak bisa diem aja, Teja!" "Terus mau apa? Kita udah sah juga." "Gue nggak mau masa muda ini sia-sia!" "Ya, terus apa???" "Let's make a deal. No, no, no! Bukan kesepakatan biasa. Kita harus bikin kontrak di atas materai! Selama kita masih pengen seneng-seneng di masa muda, no babies included in this marriage!" "Terus kalo mama kita repot minta cucu?" "Kita masukin ke poin kontraknya, babies included near our divorce!" Bisakah mereka berdua menjamin kedatangan bayi sesuai rencana?

More details
WpActionLinkContent Guidelines