Lara
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 17, 2022
Menangis dan menyakiti diri sendiri adalah rutinitas yang sering dilakukannya setiap malam. Clara Angeline, seorang remaja cantik yang berumur 18 tahun. Malam hari yang seharusnya untuk beristirahat namun susah untuknya. Clara hidup di keluarga yang lengkap dan berada namun tak pernah ia rasakan yang seperti itu, hanya penderitaan dan kekangan yang dirasakannya. " Persetan dengan bacotan kalian. Kalian pikir aku senang hidup dikeluarga ini. Setiap hari dikekang, harus jadi inilah, itulah. Dan parahnya lagi kalo enggk sesuai keinginan kalian, kalian sakiti tubuh aku. Hiks.., hiks..., aku benci saat aku menangis," teriaknya sambil terisak tepat di depan mata kedua orang tua nya. Sekarang aku tahu hidup seperti apa yang orang lain inginkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DON'T CRY MOM, IM HERE FOR YOU!
  • Dunia Tanpa Namamu (Selesai)
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • FIZYA
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • Alisa's Story
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • Nayara [ TERBIT ]

Clara tumbuh dalam keluarga yang penuh kekerasan. Ayah tirinya, Pak Dimas, adalah sosok yang membawa ketakutan dalam hidupnya sejak kecil. Insiden-insiden yang membuat Clara trauma mendalam menjadi bayangan gelap yang menghantui setiap langkahnya. Namun, Clara menyembunyikan semuanya demi melindungi ibu dan adik-adiknya. Kebenciannya akan laki-laki membuatnya membangun tembok tinggi sebagai pembatas perasaannya namun Dipta, tetangga baru yang awalnya hanya orang asing, perlahan menjadi sosok yang berarti dalam hidup Clara. Dipta adalah satu-satunya orang yang berhasil mendapatkan kepercayaan Clara, meski awalnya gadis itu sulit membuka diri. Kedekatan mereka menjadi salah satu pilar yang membantu Clara bertahan di tengah rasa putus asa. Sebagai pembaca yang bijaksana baca dengan bijak , sebagai seorang penulis harap jangan melakukan plagiasi. Mohon maaf apabila ada kesamaan dalam cerita cerita ini saya buat beberapa berdasarkan pengalaman pribadi saya

More details
WpActionLinkContent Guidelines