Mungkin dari banyaknya irama tawa yang bersuara, ada setitik angan yang terbenam. Perkara rumpang yang masih terbalut sendu berdebu dalam rumah yang tidak nyata. Nyatanya ia tidak pernah benar-benar tahu bahwa cinta bukan sekadar sajak indah, dalam hidupnya yang ia yakini cinta tak akan pernah benar ada untuknya. Terbiasa bernaung dalam tempat gelap. Dia adalah lukanya sendiri juga obatnya sendiri. Mungkin dalam sedikit, hanya sedikit dia masih 'menunggu pulang' ************__ Tambahkan dulu ke library, update akan beriringan. Cerita ini dibuat berdasarkan apa yang terlintas di kepala. Tidak mencuri karya manapun. Tidak menormalisasi plagiasi.
Detail lengkap