Hilarious

Hilarious

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 27, 2022
Malam sudah hampir larut. Matanya hampir terpejam.Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk itu.Mengistirahatkan diri dari apa yang membuatnya kelelahan hari ini Notif yang muncul di layar hpnya pun hampir saja ia abaikan.Jika itu bukan dari Nabiil,bisa dipastikan Nayaa tak akan membuka dan membacanya. "Naya? Aku lagi di coffeemei, kamu bisa kesini sebentar?" "Atau aku yang harus ke rumah kamu, dulu?" Tanpa pikir panjang,gadis itu bergegas menuju tempat sosok yang ia kagumi itu berada. Sosok Nabiil merupakan hal yang berharga di kehidupan Nayaa.Nabiil memang tak akan pernah tau tentang hal ini.Gadis itu selalu mengarsipkan cerita itu di lisannya.Dan menyematkannya di hati dan fikirannya. Kepergian Nabiil ke Boston pun sangat menumbuhkan kekhawatiran yang cukup dalam diri Nayaa.4 tahun bukanlah waktu yang sebentar,Gadis itu hanya takut jika Nabiil menemukan kebahagiaan yang lain disana. Takdir akan mengantarkan mereka pada titik temu terbaik.Hanya hal ini yang dapat diyakini oleh Nayaa. Hingga,5 tahun berlalu. Semesta telah mengajarkan banyak hal,menempa penghuninya dengan segala apapun.Perubahan adalah suatu keniscayaan yang tidak akan bisa ternafikan. Nayaa,akhirnya memilih untuk mencintai dirinya sendiri,hingga menemukan sosok Labib.Sosok yang mengantarkannya untuk menjelajahi kota Semarang.
All Rights Reserved
#691
buku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN)
  • Moonstruck
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Vyola ✓
  • Cold Prince
  • Roommate With Benefits
  • AVENOIR [SUDAH TERBIT]
  • Epiphany - Lee Jeno [SELESAI-REVISI]
  • RAJAWALI

SEGERA DITERBITKAN Sebenarnya ini adalah idenya Liaa. Entah apa yang merasuki otaknya kali ini, sehingga memintaku untuk menulis. Aku tidak pandai merangkai kata-kata, apalagi menyelesaikan suatu cerita. Tidak seperti Liaa yang sangat menikmati saat-saat merangkai setiap paragraf dalam mengembangkan idenya. Bersenandika, mengolah diksi, menulis berbagai tema, dan menuntut pancaindra agar lebih peka. Bila satu paragraf saja membuatku termenung berlama-lama, apalagi satu novel yang sampai beratus-ratus halaman tebalnya. Aku bisa gila, Liaa. Namun, gadisku yang cerewet dan berambisi besar itu pasti akan memprotes, "Kamu pasti bisa, kok, jangan pesimis, deh! Belum apa-apa udah ngeluh. Nulis itu gampang, cuma kamunya aja yang gak mau usaha!" Begitulah Liaa, dia 'illfeel' dengan orang yang angkat tangan sebelum berjuang. Alih-alih memotivasi, malah muncrat juga omelannya. "Iya, Liaa. Jangan ngambek, aku cium, nih!" Ancamanku membuat pipinya seketika memerah bak kepiting rebus. Aku sangat buruk dalam mengembangkan ide cerita. Jauh dibanding Liaa yang bisa menyelesaikan dua novel sekaligus. Ya, novel-novel itu adalah kisah kami yang dia tulis. Tugasku cukup diam dan jangan membuatnya marah. Jika tidak, Liaa akan berhenti menulis dan mengomel seperti ibu-ibu kostan. Karena sejatinya waktu terbaik untuk menulis adalah 'mood' yang baik.

More details
WpActionLinkContent Guidelines