TOPENG WAJAH

TOPENG WAJAH

  • WpView
    Leituras 202
  • WpVote
    Votos 66
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, out 8, 2022
Senyum, Tawa, Tangis, Kecewa, Marah, Sedih, Datar, Kosong tak bernyawa, dari banyaknya ekspresi itu.. mana yang lebih kalian tunjuk-kan dan pakai dikehidupan sehari-hari? Kalau kalian bertanya padaku.. maka aku dengan lantang akan menjawab "Senyuman." Kenapa? Karena "Senyuman" merupakan Topeng ku yang paling terbaik ketika ku-kenakan. Jadi kau selama ini hanya berpura-pura? Ya, tapi tidak sepenuh-nya. Ada waktu ketika senyuman kutampak-kan tulus dan jujur kepada dunia. Tapi.. kenapa? bukan-nya menjadi "pura-pura" itu tidak baik? Sambil tersenyum aku berkata "Sejati-nya di dunia yang hingar bingar dan besar ini, kau tidak bisa menampak-kan dirimu seutuh-nya. karena ketika kau menampak-kan secara terang-terangan, itu artinya kau "membunuh" dirimu sendiri." Aku hanya memanfaat-kan dengan baik segala mimik/ekspresi yang diberikan oleh Tuhan padaku sebagai "senjata" tuk bertahan hidup. Jadi,, Apakah kamu tengah mengenakan Topeng mu sekarang? Iya. Ucapku Apakah boleh kau melepaskan sekali saja untuk-ku? aku ingin melihat dirimu yang sebenarnya,, Maaf aku tidak bisa. Kau malu? Bukan. Aku tidak malu.. Lalu? "Aku takut kau akan "menangis" dengan tatapan iba dan "pergi" meninggalkanku." . . WELCOME TO MY SECOND STORY! NOVEL INI (BASED ON TRUE STORY) Pengalaman ku sendiri hehe. istilahnya.. ini adalah diriku yang kutuangkan dalam sebuah novel. - MASIH DENGAN TEMA "MENTAL HEALTH" • On Going! • Yang masih dibawah 17 tahun harap bijak dalam memilih bacaan!! - UPDATE SETIAP MINGGU! (Apabila tidak ada kendala) - I HOPE YOU ENJOY IT :) • Happy reading🕊️🕊️ . © Cover by : Me. Start : September 2022. Update : Setiap hari Minggu. Pernah menduduki: #1 Rehat
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • RECAKA
  • BUNGA TERAKHIR [SELESAI]✅
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Maaf, Aku Terlambat END✅
  • HELP! (END).
  • Esya {TERBIT}

"Semelelahkan apapun hidup, tolong jangan mati di tangan sendiri." ______________________ "Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab bagaimana mungkin ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/2

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo