DZEMILA
  • WpView
    Membaca 984
  • WpVote
    Vote 84
  • WpPart
    Bab 12
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Nov 3, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
Dia selalu berdetak setiap aku rindu dengan senyumnya lagi, seperti setiap rindu yang selalu terbayar lunas mengingat dia menyatu denganku sekarang. "Hai, Wil. Long time no see, kita udah dua tahun nggak ketemu ya, dan baru sekarang bisa ngobrol lagi, kamu pasti udah lebih bahagia di sana. How's your day, dude?" Kak Auro membungkuk bagai telah menemukan caranya bertemu Kak Willi yang telah meringkuk kaku di sana. "Great! Great to see your smile again. You look so beautiful now, more beautiful than I see you before," 🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱 "Cie si paling berkorban latihan lagi," rayuku sampai terlihat tarikan senyum bangga Kak Willi. "Iya dong. Aku sepertinya lebih baik mati daripada harus melihat Auro marah lagi," "Ahahaha, awas loh suka lagi sama Kak Auro," "Sudah deh, Auro itu tidak waras, dia tidak menyukai lelaki tampan sepertiku, dia sukanya yang biasa saja sepertinya," "Tahu apa Kakak? Siapa tahu Tuhan justru menjodohkan Kak Willi dengan Kak Auro?" "Auro itu teman kecilku, Alma, aku tahu betul sesenang-senangnya dia kepada seorang teman, mata Auro tidak mungkin membohongiku bahwa dia punya perasaan. Papi bahkan pernah hampir menjodohkan kita, namun yang kudapat hanya kemarahan Auro seperti mengatakan kepadaku yang pantas untuk dia adalah laki-laki selain aku." "Mungkin karena waktu itu masih marahan, jadi kak Auro nolak," "Tidak, tidak. Aku juga tidak ingin menikahi perempuan tidak waras seperti Auro. Kami benar-benar tidak cocok sebagai pasangan, kami cocoknya hanya sebagai sahabat terbaik masing-masing saja!" "Ahahah, nggak tahu deh Kak Auro bakal marah atau seneng denger kakak barusan," "Kalau suatu hari kamu ketemu dia, tolong jelaskan ke Auro aku sangat menyayanginya. Aku akan lakukan yang terbaik untuk melihatnya bersorak di tribun karena melihatku memenangkan pertandingan juga, dan dia tidak akan bisa meninggalkanku atau membenciku lagi," 🥀 -DZEMILA (Aurora 2)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#328
instagram
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • RAESHA (Revisi)
  • PRIDE OF JUNG'S (END)
  • DELIA & WISNU [Completed]
  • Lolly [END]
  • Arsyilazka
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • Because I'm Stupid (End)
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu

Judul Awal : 'METAMORFOSIS' diganti 👉 'RAESHA' "Terabaikan, kebebasan, pengkhianatan dan realita menyesakkan. Itu yang gue rasakan." -(Raesha) "Don't Worry. Ada gue yang bakal nganggep keberadaan lo, Ca." -(Jo) "Sayang Eca, tapi gatau Ecanya sayang siapa😥." -(Rava) "Kupu-kupu pun mengalami tahap sebelum menjadi sempurna. Laa Tahzan, Innallaha Ma'ana." -(Ammar) "Sakit dibales sakit. Sengsara dibales sengsara. Dan MATI dibales MATI. Itu yang bakal gue lakuin ke lo perlahan. Let's The Game Begin" -(Unknow) Saat hidup tak lagi berasa, seketika muncul setitik cahaya yang kemudian padam dan menyisakan sayatan menyakitkan. Saat kaki sudah mulai melangkah, fakta menyesakkan justru terkuak dan kembali meluluhkan butiran bening memilukan. »Ketika Cinta, Persahabatan, Keluarga dan Kematian berada dalam dimensi yang sama« 🐭[Ini kisah tentang sandiwara kehidupan yang tak semulus kain sutra]🐭 Penasaran?? Yukk tambahkan ceritanya di perpustakaan kalian😇. Sebelumnya maaf kalo ceritanya tak sesuai dengan angan kalian🙏 ©-M_P-🌱

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan