DZEMILA
  • WpView
    Reads 962
  • WpVote
    Votes 83
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 3, 2025
Dia selalu berdetak setiap aku rindu dengan senyumnya lagi, seperti setiap rindu yang selalu terbayar lunas mengingat dia menyatu denganku sekarang. "Hai, Wil. Long time no see, kita udah dua tahun nggak ketemu ya, dan baru sekarang bisa ngobrol lagi, kamu pasti udah lebih bahagia di sana. How's your day, dude?" Kak Auro membungkuk bagai telah menemukan caranya bertemu Kak Willi yang telah meringkuk kaku di sana. "Great! Great to see your smile again. You look so beautiful now, more beautiful than I see you before," 🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱 "Cie si paling berkorban latihan lagi," rayuku sampai terlihat tarikan senyum bangga Kak Willi. "Iya dong. Aku sepertinya lebih baik mati daripada harus melihat Auro marah lagi," "Ahahaha, awas loh suka lagi sama Kak Auro," "Sudah deh, Auro itu tidak waras, dia tidak menyukai lelaki tampan sepertiku, dia sukanya yang biasa saja sepertinya," "Tahu apa Kakak? Siapa tahu Tuhan justru menjodohkan Kak Willi dengan Kak Auro?" "Auro itu teman kecilku, Alma, aku tahu betul sesenang-senangnya dia kepada seorang teman, mata Auro tidak mungkin membohongiku bahwa dia punya perasaan. Papi bahkan pernah hampir menjodohkan kita, namun yang kudapat hanya kemarahan Auro seperti mengatakan kepadaku yang pantas untuk dia adalah laki-laki selain aku." "Mungkin karena waktu itu masih marahan, jadi kak Auro nolak," "Tidak, tidak. Aku juga tidak ingin menikahi perempuan tidak waras seperti Auro. Kami benar-benar tidak cocok sebagai pasangan, kami cocoknya hanya sebagai sahabat terbaik masing-masing saja!" "Ahahah, nggak tahu deh Kak Auro bakal marah atau seneng denger kakak barusan," "Kalau suatu hari kamu ketemu dia, tolong jelaskan ke Auro aku sangat menyayanginya. Aku akan lakukan yang terbaik untuk melihatnya bersorak di tribun karena melihatku memenangkan pertandingan juga, dan dia tidak akan bisa meninggalkanku atau membenciku lagi," 🥀 -DZEMILA (Aurora 2)
All Rights Reserved
#19
meninggal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • LAKUNA
  • Walk The Line - [Enhypen] SLOW UP
  • DELIA & WISNU [Completed]
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • Arsyilazka
  • Yₐₖᵢₙ cᵤₘₐₙ ₜₑₜₐₙggₐ?
  • Lolly [END]
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu

kisah kami murid 12 ipa 1, bukan kelas elite atau apalah, cuma sebatas anak yang mengalami masa terindah sebelum kejenjang yang lebih, jangan lupakan keseruan dengan teman satu kelas, banyak masa yang dapat jadi kenangan yang akan jadi cerita dimasa berikutnya. " oi ra jadi nanti malam mangkal?" jika kalian pikir negative buang aja deh. Itu jauh dari ekspetasi kami emang bercanda kayak gitu tapi kami gak melakukannya "Woi jadilah.... Masa gak jadi udah gak sabarnih... napa mau ikut nih?" "Ngak Cuma mau nawarin vero sama marito mau ikut mereka lagi butuh duit" canda nani "Iya nih ra dari pada jual ginjal aku yang rugi, kalau ngepet bahaya tapi kalau ikut kau aman" sambung marito cekikikan "Boleh lah ra tapi aku kecil loh emang ada yang mau?" canda vero "Wiss pastilah... apalagi yang kecil-kecil lebih wow" canda Ara "Apa nih yang kecil-kecil" sambar indah dengan muka menahan ketawa "Issh anak kecil gak boleh tau" sambar Ara "Itu si suryanti masih mangkal" gurau tince jangan lupakan denga ketawa nya yang sudah lepas ''''' "Kan dah pernah Miss Cerita waktu tuh kalau mau dapat contekan harus pandai-pandai lah" gurau miss yang pengalaman "Lupa Miss Apalagi ada yang mendadak tuli" sindir Abel "Kalau kalian mau berhasil nyoteknya perhatikan siapa yang ngawas kan udah ditempel dimading jadwalnya trus perhatikan gerek-gerik guru yang ngawas

More details
WpActionLinkContent Guidelines