•°. LAVADINA

•°. LAVADINA

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 26, 2023
"Buu" "AAAAAAAAAAAAAAA!!" "L-lo, Lo siapa AAA kenapa ada di kamar gue!?" Jantung Dina berdegup kencang. Bagaimana tidak, seorang laki-laki tampan yang tidak ia kenal tiba-tiba berada di kamarnya. Terlebih lagi dia.. telanjang?! Oh yatuhan. Sedangkan laki-laki tampan itu hanya memiringkan kepalanya seolah ia tidak mengerti akan apa yang di kagetkan oleh Dina. "Buu??" "Akh! Apaan Buu Buu, jangan deket-deket." Dina sedikit meringsut ke belakang tatkala laki-laki itu sedikit mendekat ke arahnya. _afr_🐟
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Teacher, My Love (END)
  • ALASKARA
  • Dosgans
  • AGRASTIAN [On Going]
  • Pak Bian ( Tamat )
  • GOOD STORY LOVE
  • Milik Nathan
  • Deksa 's Diary
  • Dosen, Selalu Benar [TAMAT] BELUM REVISI

R-🔞 Keputusasaan melanda saat aku kehilangan kesadaran karena tidak sengaja minum alkohol saat dihadang oleh tiga pria tidak di kenal dan di seret ke tempat yang gelap. Namun, saat aku sadar aku berada di sebuah kamar hotel dengan pria yang sangat tampan. Awalnya aku ketakutan, tetapi ternyata dia yang menyelamatkanku tanpa pamrih. Sekejap aku jatuh cinta kepadanya. Tetapi, aku berpikir mungkin kami tidak akan bertemu lagi. Jadi aku memberikan ciuman pertamaku padanya sesudah ia mengantarku pulang dengan motor besarnya kemudian lari begitu saja. Alhasil, paginya aku terlambat datang ke sekolah. Aku berlari dan tidak sengaja menabrak seseorang di persimpangan koridor. Aku langsung berlutut untuk membantu membereskan kertas dan buku miliknya yang berselerak di lantai, tanpa melihat siapa yang aku tabrak. "Maaf... Saya lagi buru - buru." "Ya, kamu buru - buru karena kamu telat. Makanya, jangan pergi sampai larut malam jadi tidak bangun kesiangan". Aku tertegun. Aku mengenal suara baritone ini ! Apakah...??? Perlahan kepalaku mendongak. Dan saat itu pula mataku membulat. "Ka... Kamu ?!" "Ya. Saya Guru Bp baru di sini." ucap pria itu sambil tersenyum sambil menaikkan kedua alisnya. -CERITA LENGKAP-

More details
WpActionLinkContent Guidelines