Story cover for Playing Me by Warrior_Stone03
Playing Me
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Sep 18, 2022
"Disaat otak gila dan ambisimu semakin jauh dalam mempermainkanku, aku semakin terjatuh dalam euforia cintaku."

Menjadi istri dari seorang pemuda yang kaya raya lantas tidak membuat hidup Kiara bahagia. Akan tetapi, karena keyakinan akan cinta yang bisa membahagiakan membuat dirinya terus bertahan dalam hubungan rumah tangganya bersama Reyga.

Reyga, seseorang yang tidak pernah berlaku baik kepada Kiara. Reyga memang suaminya. Namun Reyga selalu menyakiti hati dan fisiknya. Bahkan Reyga tidak segan untuk mencekik dan menamparnya disaat Reyga marah. Tenggelam dalam "euforia cinta bahagianya" membuat Kiara selalu menutup mata akan kejahatannya Reyga padanya.

Puncak permasalahan rumah tangganya membuat Kiara sangat depresi. Yaitu disaat kehamilannya selama ini yang telah dia tunggu-tunggu mengalami keguguran. Dan ternyata itu karena perbuatan suaminya sendiri, Reyga. Lantas apakah setelah itu Kiara masih menutup mata dengan sosok Reyga yang sebenarnya atau membuka mata dan memutuskan untuk berpisah? Namun sayangnya Kiara tidak mengetahui satu rahasia besar yang dimiliki oleh Reyga yang selalu mama mertua katakan padanya.

#TOXICSERIES
All Rights Reserved
Sign up to add Playing Me to your library and receive updates
or
#5suamijahat
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Zaleya cover
Behind Our Eyes  cover
Repihan Rasa (Selesai) cover
Marriage Blues (COMPLETED)  cover
Prahara  cover
Langkah baru bersama mu cover
AMNESIAL (END) cover
Come Back, Baby #Completed cover
La Casa del Alma cover

Zaleya

24 parts Ongoing

Bentuk cinta paling tulus adalah jatuh cinta karena kasihan. . . . . . "Kamu juga merasakan betapa sakitnya merasa terbuang. Lalu sekarang apa bedanya ketika kamu bahkan ingin langsung melenyapkan keberadaannya. Siapa yang paling jahat? Dunia? atau kamu yang langsung menghakimi keberadaannya?" Kedua mata mereka bersitatap. Sementara pancaran luka tidak kuasa ditutupi oleh keduanya. Nafas Hema terengah, pun Zaleya yang kian terisak pedih di buatnya.