SACRED HOUR [SEGERA TERBIT]

SACRED HOUR [SEGERA TERBIT]

  • WpView
    Reads 404
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing1h 41m
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 14, 2022
WpInfo
Fiction
Horror
[Event Spesial WGAWEEN FESTIVAL 2022] [WIA Reading List Periode #6 Februari 2023] Menjelang terbit fajar dan terbenamnya matahari merupakan waktu sakral yang dipercaya oleh manusia sebelum era modern. Langit diselimuti cahaya kehijauan, peti-peti mati berdiri kokoh di seluruh kota, jalan-jalan berselimut kabut kemerahan. Pale Rider datang untuk menjemput anak-anak yang menginginkan kudapan manis seperti permen, coklat, manisan, dan sebagainya. Memakai kostum seram, mereka berbaris tertib menanti giliran dengan riang gembira. Syaratnya, mereka harus mengambil sendiri kudapan manis di dalam peti mati beraroma gula-gula. Sacred Hour seolah menjadi ancaman bagi mereka yang memiliki anak di bawah umur. Sebagai orang dewasa, Darel dan Lova menyadari bahwa satu per satu anak telah hilang meninggalkan rumah mereka. Trick or treat. Mereka harus segera menemukan anak-anak itu sebelum Pale Rider mengubahnya jadi hantu.
All Rights Reserved
#178
wattpadindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TALE OF THE CURSED WITCH
  • The Paradox: Darkest Night
  • 𝘔𝘐𝘔𝘗𝘐
  • Kisah Ku II HIATUS II
  • My Graffiti, Sire
  • Running into danger | Thomas T.M.R
  • Witch Doctors Inc: SEASON ONE (Completed!)
  • Seribu Bayang di Balik Langit
  • Preciousness ❣ [uɿoƚɒꙄ oꞁoᎮ]

[3/3 + 1] Dia berwujud, dia tampak, tapi dia tidak bisa menemukan bayangannya, di mana pun. Dia, entah manusia, entah hanya sebuah nyawa. Dia tidak bisa berkaca, karena cermin sungguh tidak mampu memantulkan gambaran dari dirinya. Padahal orang-orang jelas dapat melihat dia. Sebangsa vampir? Dia tidak meminum darah. Manusia serigala? Dia tidak mati karena peluru perak. Ah, dia bahkan tidak pernah sekali pun mati, tapi sudah jutaan kali dia menyaksikan berbagai kematian. Dan ratusan kali, melihat kematian dari orang yang sama. Ribuan tahun dia lalui, berjalan dalam senyap di antara ratusan ribu kehidupan. Dan hidup di antara itu semua, yang dia inginkan hanya satu, yaitu ketiadaan. ---‡☆‡--- Aku tidak melihat keindahan Aku tidak melihat warna-warna Bahkan musik tidak masuk dalam dada Aku lelah, aku lelah Apa aku telah bersalah? Setahuku ini balasan bagi mereka Jadi, kenapa aku yang harus menanggungnya? ---‡★‡--- Genre: Short Story, Fantasy Status: Tamat ---‡★‡--- Attention: "Special for RAWS event." "Hanya sebuah cerita singkat, tapi mohon jangan diplagiat." ๑ Gambar dalam cerita bukan milik penulis ๑ Gambar asli bisa ditemukan di: https://pin.it/wr3uqdqlxcjvsx https://pin.it/aoxb3lcpgbtxjc ๑ Diedit oleh: D.Hoseki dengan PixelLab Hoseki, 21Jan2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines