"Eh, ada pembaca, apa kabarnya nih readers semua?, Semoga selalu dalam keadaan baik-baik saja ya" sapa Fiki yang diakhiri kekehan nya.
Zidan menggeleng melihat temannya jengah "Eh Fik, cerita kita udah sampe mana nih?" Tanya Zidan.
"Gak tau nih Zid, mereka cuma penasaran tapi gak baca-baca" jawab Fiki frustasi.
"Gapapa Fik, mungkin ada juga yang udah nyimpen di perpustakaan. Tapi ya belom sempet baca" ujar Zidan menenangkan.
"Eh, Zidan jangan lupa ingetin readers buat vote and koment ya!"
Zidan mengangguk tanda setuju "Apalagi kalo mau follow author kita yang kece" lanjut Zidan.
"Nah itu, bener tuh. Udah paling setuju kalo Fiki mah".
"Buat kalian yang mau ketemu kita berdua yang kece tapi tetep Sholeh, ayo dong buruan baca. Biar author kita juga seneng dan semangat buat update nya" ucap Fiki menggebu-gebu.
Zidanpun hanya mengangguk sambil tersenyum hangat.
"Yaudah kita tunggu kalian ya, see you"
"See you and i love you!" Lanjut Fiki mengakhiri.
"Gak usah genit ya Fik!" Sergah Zidan sambil menjewer telinga Fiki tanpa dosa.
"Aduuh, sakit Zidan . Maaf yaelah, siapa suruh yang bacanya cantik. Kan Fiki jadi terpesona" bantah Fiki tak terima karna telinganya kini sudah menjadi sasaran empuk Zidan.
"Astagfirullah Fiki!"
Aza tak menyangka akan di pertemukan kembali dengan Altha, di saat dia sudah hampir melupakan laki-laki itu. Terlebih fakta mengejutkan, Altha merupakan penerus utama pondok pesantren yang ia tinggali.
Aza cukup tahu diri, ia sudah biasa menelan kecewa, egois jika ia tetap menerobos maju di saat dirinya selalu di pandang sebelah mata oleh warga pondok. Namun satu hal yang membuat Aza bimbang, sifat Altha, perilaku Altha, yang berubah drastis dari terakhir kali mereka bertemu.
"Cuma kita berdua doang Gus yang
di sini?"
"Emang kenapa?"
"Padahal dulu Gus sering ngingetin Aza kalo kita bukan muhrim, apalagi berduaan kaya gini."
"Itukan dulu, sekarang nggak lagi. Saya kaya gini juga ke kamu doang kok."
"Sikap Gus yang kaya gini bikin Aza
bingung tau."
"Simpan aja rasa penasaran kamu sampai saya bisa menjawabnya."
*****
Sebenarnya ada hubungan apa di antara mereka berdua? Akankah Aza tetap maju, atau malah mundur menjauh dan tetap berdiri di maqomnya?
__________________________________
IG penulis : elkyeee001
Cover by : Cistyart
__________________________________