Story cover for Titik Takdir  by Adawy29
Titik Takdir
  • WpView
    GELESEN 208
  • WpVote
    Stimmen 137
  • WpPart
    Teile 11
  • WpView
    GELESEN 208
  • WpVote
    Stimmen 137
  • WpPart
    Teile 11
Laufend, Zuerst veröffentlicht Sep. 18, 2022
"Eh, ada pembaca, apa kabarnya nih readers semua?, Semoga selalu dalam keadaan baik-baik saja ya" sapa Fiki yang diakhiri kekehan nya.

Zidan menggeleng melihat temannya jengah "Eh Fik, cerita kita udah sampe mana nih?" Tanya Zidan.

"Gak tau nih Zid, mereka cuma penasaran tapi gak baca-baca" jawab Fiki frustasi.

"Gapapa Fik, mungkin ada juga yang udah nyimpen di perpustakaan. Tapi ya belom sempet baca" ujar Zidan menenangkan.

"Eh, Zidan jangan lupa ingetin readers buat vote and koment ya!"

Zidan mengangguk tanda setuju "Apalagi kalo mau follow author kita yang kece" lanjut Zidan.

"Nah itu, bener tuh. Udah paling setuju kalo Fiki mah".

"Buat kalian yang mau ketemu kita berdua yang kece tapi tetep Sholeh, ayo dong buruan baca. Biar author kita juga seneng dan semangat buat update nya" ucap Fiki menggebu-gebu.

Zidanpun hanya mengangguk sambil tersenyum hangat. 

"Yaudah kita tunggu kalian ya, see you" 

"See you and i love you!" Lanjut Fiki mengakhiri.

"Gak usah genit ya Fik!" Sergah Zidan sambil menjewer telinga Fiki tanpa dosa.

"Aduuh, sakit Zidan . Maaf yaelah, siapa suruh yang bacanya cantik. Kan Fiki jadi terpesona" bantah Fiki tak terima karna telinganya kini sudah menjadi sasaran empuk Zidan.

"Astagfirullah Fiki!"
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie Titik Takdir zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
#19romenc
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
Ada Penantian Di Balik Senja  von wp_bystamnda
22 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
𝐇𝐚𝐥𝐥𝐨 𝐫𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫𝐬👋👋 [BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM BACA] [PLAGIAT DI LARANG MENDEKAT❗] 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐝𝐚𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐚𝐤𝐮🤩🔥🔥 ⚠wajib vote+komen ya readers, jangan jadi pembaca gelap! Gak baik kaya hubungan kamu sama dia wkwk becanda akh ⚠️𝐦𝐚𝐦𝐩𝐢𝐫 𝐤𝐞 𝐢𝐧s𝐭𝐚𝐠𝐫𝐚𝐦 𝐝𝐚𝐧 𝐟𝐨𝐥𝐥𝐨𝐰 𝐚𝐜𝐜 ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️ 𝐈𝐠:𝐰𝐩_𝐛𝐲stamnda 𝐈𝐠:iam_ndaa28 𝐓𝐭:wp_bystamnda Yt: wp_bystamnda .... Di balik senja yang merayu dengan warna-warna hangatnya, terdapat sebuah penantian yang mengambang di udara, seperti riuhnya angin yang membelai rerumputan. Dalam penantian itu, terpatri harapan dan kerinduan yang menyatu dalam jalinan waktu yang tak terukur. Sesekali, bayangan-bayangan masa lalu dan impian masa depan menari di cakrawala, menciptakan lanskap yang penuh dengan antara. .... Brukk!! Terlalu tergesa-gesa membuat Fiya kehilangan keseimbangan dan berakhir menabrak punggung seorang pria yang berada di depannya. Kejadian itu membuat keheningan sesaat, buku yang berserakan menjadi titik fokus keduanya. Dengan cepat Fiya berjongkok untuk membereskan buku-buku tersebut, wajahnya memerah karena malu. "Maaf...," ucapnya dengan cepat sambil menundukkan kepalanya. Hening sesaat kemudian tak lama sebuah tangan menepuk bahunya, "Lo gak papa?" Degg!! Suara itu? Suara yang dirindukannya ber tahun-tahun, kehadiran yang selalu ia tunggu kini ada di depannya. "Apa itu ... dia?" batinnya. Akan kah pertemuan itu menjadi akhir dari kisah mereka? Yang di mana mereka sama-sama saling menunggu, dan merindu bertahun-tahun lamanya? 📌Banyak misteri yang harus dipecahkan! Penasaran? Cuss langsung bacaa yukkk guyss!! Start:06-04-23 End:_ @byamanda 🏅#1 Aydan 🏅
Kawin Kontrak? [COMPLETED] von bilqiss_
23 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 10
Ijbar [Selesai] cover
Astagfirullah, Sabrina! (TERBIT) cover
Our Secret [SUDAH TERBIT] cover
Ustadz Is My Husband cover
Ada Penantian Di Balik Senja  cover
Dia dan Doa   cover
Gus Alfathar (SUDAH TERBIT) cover
RAACA 'the power of takdir Allah ' cover
Assalamualaikum My Destiny (END & LENGKAP) cover
Kawin Kontrak? [COMPLETED] cover

Ijbar [Selesai]

69 Kapitel Abgeschlossene Geschichte

Aza tak menyangka akan di pertemukan kembali dengan Altha, di saat dia sudah hampir melupakan laki-laki itu. Terlebih fakta mengejutkan, Altha merupakan penerus utama pondok pesantren yang ia tinggali. Aza cukup tahu diri, ia sudah biasa menelan kecewa, egois jika ia tetap menerobos maju di saat dirinya selalu di pandang sebelah mata oleh warga pondok. Namun satu hal yang membuat Aza bimbang, sifat Altha, perilaku Altha, yang berubah drastis dari terakhir kali mereka bertemu. "Cuma kita berdua doang Gus yang di sini?" "Emang kenapa?" "Padahal dulu Gus sering ngingetin Aza kalo kita bukan muhrim, apalagi berduaan kaya gini." "Itukan dulu, sekarang nggak lagi. Saya kaya gini juga ke kamu doang kok." "Sikap Gus yang kaya gini bikin Aza bingung tau." "Simpan aja rasa penasaran kamu sampai saya bisa menjawabnya." ***** Sebenarnya ada hubungan apa di antara mereka berdua? Akankah Aza tetap maju, atau malah mundur menjauh dan tetap berdiri di maqomnya? __________________________________ IG penulis : elkyeee001 Cover by : Cistyart __________________________________