Aluna [On Going]

Aluna [On Going]

  • WpView
    GELESEN 896
  • WpVote
    Stimmen 285
  • WpPart
    Teile 3
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Do., Juli 13, 2023
Aluna adalah sosok gadis ceria dan dikenal dengan kebaikan hatinya, namun siapa sangka ia menyimpan luka yang begitu hebat hingga membuat mentalnya terguncang. Hingga ia dipertemukan dengan sosok laki-laki yang mampu membuatnya nyaman. Dan lagi ia harus merasakan kehilangan. Apakah Aluna bisa bertahan? Apakah Aluna mampu menerima takdirnya? "Mau ngeluh, tapi banyak yang bilang aku beruntung" ~Aluna Mahendra. "Tuhan, kok aku ga seberuntung mereka" ~Amanda Maheswari. "Masalah keluarga adalah aib bagi kami dan harus ditutupi" ~Davina Maroline. "Belajar menjadi pendengar yang baik, bukan malah adu nasib" ~Davira Maroline.
Alle Rechte vorbehalten
#102
akad
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Kesedihan [SELESAI]
  • Memories Of Love  (SELESAI)
  • Bahasa Sansekerta (Selesai)
  • Takdir Si Gadis Figuran (END✔️)
  • Bitter Scar
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Karena Rasa || Ssst. . . Kepribadian Ganda
  • RAPUH!
  • AL: Stand Alone [END]
  • Akalanka [Completed]

JANGAN LUPA FOLLOW!! Anak akan tumbuh sesuai dengan lingkungan yang mendidiknya dengan cara apa. Trauma itu benar-benar nyata. Terbawa hingga mereka dewasa. Kisah ini menceritakan sebuah trauma yang membuat cinta Zeora menjadi rumit. Kepercayaan berulang kali dihancurkan. Sampai pada waktu, ia menutup kepercayaan pada semua orang, ia malah menyakiti sosok yang tulus. "Kasih aku ruang sedikit aja di hati kamu. Mungkin terdengar nggak layak. Tapi, aku bakal berusaha buat ngelawan kelainan ku yang kamu bilang gila," ucap cowok itu tulus. Zeora menyunggingkan senyum meremehkan. "Sampai lo mati di depan mata gue atau bersimbah darah karena gue, nggak akan ada sedikit pun ruang yang kebuka buat nerima lo. Dengerin gue. Kita nggak akan bersatu," balas Zeora tajam. Ia tak tau ucapannya inilah yang berakhir penyesalan. Suatu hari kejadian tak terduga menimpa Zeora dan laki-laki itu. Di sana Zeora tau, siapa orang tulus yang telah ia sia-siakan. Apakah penyesalan Zeora itu membuat gadis itu kembali mendapat cinta tulus dari laki-laki itu? Atau malah luka yang terus membuatnya gila?

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien