We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
TARA
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 11, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Dunia ini terasa berhenti, ketika aku harus menerima kenyataan pahit, yang selalu kurasakan, ketika aku mengetahui bahwa orang yang ku percayai mengkhianati ku, orang yang selalu ku anggap sebagai pedoman hidup, malah membuat hidupku terasa menyakitkan, dia adalah ayah kandung ku orang tua ku sendiri, orang yang seharusnya selalu ada untuk anaknya, kini ia menunjukkan sifat yang membuat aku sebagai anaknya, Merasa tidak pantas untuk hidup lagi di dunia ini. "Apakah aku pantas untuk bahagia?" Tara. "Aku akan buat kakak tersenyum, walaupun harus melawan bahaya sekalipun" Marvel. . . . . . Happy reading^^^ Kisah ini real pikiran ku sendiri, jadi maaf jika jelek, banyak typo bertebaran, harap dimaklumi karena masih pemula, suprot terus cerita ini.
All Rights Reserved
#1
atschool
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • S T E V E
  •  ANATHA
  • Alamanda (Telah Terbit)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • ALVIN (On Going)
  • BRANDENA [COMPLETED]
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Savero Archandra || Haechan || END

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines