LEORA ZARIN [END]

LEORA ZARIN [END]

  • WpView
    LETTURE 903,768
  • WpVote
    Voti 28,063
  • WpPart
    Parti 68
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, giu 29, 2025
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
PART MASIH LENGKAP!!!! HARAP FOLLOW SEBELUM MEMBACA!!! "Ayas lo udah mati!" "Kamu gak pernah mati Ayas, kamu tetap dihatiku. Hidup. Dan akan slalu seperti itu." "Gue benci lo Rin!" "Andai Ayas tau, kalo Eora sebentar lagi juga mati," "Gue udah gak cinta sama lo!" "Kamu dimana, Eora?" "Ayas, Maafin aku." Zevan tidak tau dengan sikapnya yang sekarang pada Zarin akan menjadi penyesalan dikemudian hari. Namun karna egonya yang terlalu besar, membuat ia dibutakan oleh kesalahpahaman yang bahkan ia tidak ingin mendengarkan penjelasan Zarin. Pada waktunya tiba, Zevan mengetahui segalanya. Ia merasakan penyesalan yang teramat besar dan bertambah hancur saat mengetahui penyakit Zarin. Ketika semuanya sudah jelas dan saat Zevan ingin kembali pada Zarin, tiba-tiba saja Zarin menghilang. Gadisnya pergi meninggalkan rasa sakit yang amat besar. Dunianya hancur, kehidupannya berubah. Apakah ini yang disebut karma? Apakah Zevan bisa bertemu kembali dengan Zarin? Apakah takdir bisa membuat mereka kembali bersama? #7luka #1hilang #2sakithati #4penyesalan #1Leora #3Cancer #6Pengkhianat #9Leukemia #2Romantis #1Hancur #1PatahHati
Tutti i diritti riservati
#151
leukemia
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti