Dua abad lalu, Pangeran Kaelion mati sebagai pahlawan tanpa nama.
Dihina, diabaikan, dihapus dari sejarah, padahal ia menyimpan kekuatan yang menjadi penentu kemenangan sebuah perang besar.
Satu-satunya yang tahu kebenaran itu hanyalah Putri Meyra dan seorang wanita misterius bernama Moira yang menangisinya hingga akhir.
Dua abad kemudian, ia lahir kembali sebagai Candramahesa pemimpin muda perusahaan teknologi terbesar di negeri ini. Dingin. Jenius. Kaku. Dan dihantui mimpi-mimpi yang bukan miliknya.
Hidupnya berjalan lurus, sampai seorang wanita bar-bar bernama Saba menerobos dinding hidupnya dengan cara yang tidak sopan, tidak halus, dan tidak bisa ia lupakan.
"Mas, kamu ini manusia atau patung es sih? Senyumlah sedikit. Dunia nggak akan kiamat, tahu?"
"Kalau kamu berhenti menggangguku lima detik saja, mungkin aku bisa memproses itu."
Namun tepat ketika Mahesa mulai merasakan sesuatu yang tidak bisa ia definisikan, muncullah Dara, wanita anggun, lembut, sempurna dan terobsesi memisahkan Mahesa dari Saba.
Saat potongan mimpi makin nyata, rahasia terkuak satu per satu.
Dara adalah reinkarnasi Putri Meyra.
Saba adalah keturunan terakhir dari Moira wanita yang dulu tahu pengorbanan Kaelion dan menjadi satu-satunya saksi perjuangannya.
Dan Mahesa? Ia adalah Kaelion yang hidup kembali menanggung cinta yang dua kali disembunyikan, dua kali direnggut, dua kali salah arah.
"Mahesa kali ini, tolong jangan lepaskan aku lagi."
"Kau bukan yang kutinggalkan. Tapi mungkin kau yang seharusnya kutemukan sejak awal."
" sejak awal."
Kini, Candramahesa dihadapkan pada pilihan yang akan mengubah takdir dua kehidupan:
Mengulang kesalahan masa lalu... atau merebut kebahagiaan yang bahkan kematian pun belum berhasil memberinya.
Jika kamu ingin, aku bisa buatkan judul alternatif, tagline, atau versi blurb yang lebih gelap / romantis / fantasi epik.
All Rights Reserved