coldiac [Ongoing]

coldiac [Ongoing]

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 21, 2022
#GAK ADA PROFIL UNTUK CERITA INI. BIKININ DONG!!!! Untukmu yang pernah singgah kutuliskan sebuah kisah perjalanan dua anak manusia yang sama-sama menyukai mocca, dan senja. mereka saling mengisi, dan saling menguatkan satu sama lain. Meski badai menerjang mereka tidak pernah mundur dan saling melarikan diri. mereka akan selalu bersama sampai senja memancarkan jinganya yang menghiasi bumi. Mereka selalu menunggu senja, mengembang menyemburkan jingganya diatas gedung tua yang mereka anggap sebagai markas rahasia untuk membuang semua beban dan penatnya. Di Kala orang-orang berteduh dari hujan yang akan membuat pakaiannya basah, mereka berlari beriringan seakan mereka tidak peduli dengan hujan yang mengguyur tubuhnya. Mereka beranggapan, bahwa hujan hanya segumpal air dan bukanlah batu yang bisa menyakitinya. Mereka selalu bersama dan berbagi tawa. mereka bukan tipe orang yang suka mengungkapkan rasa dan karsa satu sama lain. dan mereka percaya bahwa dengan tatapan mata, mereka bisa tahu bahwa mereka sudah saling mencintai. Hahaha... Lucu yah, kalo di fikir-fikir hanya dengan lewat tatapan mata, mereka bisa tahu bahwa mereka sudah saling jatuh cinta. Sampai disatu waktu mereka mulai dihadapkan dengan kenyataan yang pahit, yang membuat salah satu dari mereka, memilih untuk mundur dan menjauh. Setelah mereka, berpisah, kini semua menjadi musnah. Hujan yang dulu mereka anggap tidak akan menyakitinya, kini malah mulai mengikiskan luka dihatinya. Kenangan demi kenangan bertebaran sepanjang jalan seperti dedaunan yang jatuh dihembus angin sepanjang trotoar. Dan kau tahu siapa dua anak manusia itu? Iyah, benar. aku dan kamu. Dan ini sebagian, kisahku yang kurangkai, sedemikian rupa, yang ku persembahkan hanya untukmu. From: Raditya Mahawira.
All Rights Reserved
#4
moca
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • Zenna Story
  • Langit Yang Tak Lagi Biru
  • My Quuen is Bad Gril
  • Aksareya
  • ALVIN (On Going)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Dirgantara
  • ALTAR RASA | END ✓ |

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines