Story cover for coldiac [Ongoing] by Alina_Gudytha
coldiac [Ongoing]
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Sep 21, 2022
#GAK ADA PROFIL UNTUK CERITA INI. BIKININ DONG!!!! 

Untukmu yang pernah singgah kutuliskan sebuah kisah perjalanan dua anak manusia yang sama-sama menyukai mocca, dan senja. mereka saling mengisi, dan saling menguatkan satu sama lain. 

Meski badai menerjang mereka tidak pernah mundur dan saling melarikan diri. mereka akan selalu bersama sampai senja memancarkan jinganya yang menghiasi bumi. 

Mereka selalu menunggu senja, mengembang menyemburkan jingganya diatas gedung tua yang mereka anggap sebagai markas rahasia untuk membuang semua beban dan penatnya. 

Di Kala orang-orang berteduh dari hujan yang akan membuat pakaiannya basah, mereka berlari beriringan seakan mereka tidak peduli dengan hujan yang mengguyur tubuhnya. 

Mereka beranggapan, bahwa hujan hanya segumpal air dan bukanlah batu yang bisa menyakitinya. 

Mereka selalu bersama dan berbagi tawa. mereka bukan tipe orang yang suka mengungkapkan rasa dan karsa satu sama lain. dan mereka percaya bahwa dengan tatapan mata, mereka bisa tahu bahwa mereka sudah saling mencintai. 

Hahaha... 

Lucu yah, kalo di fikir-fikir hanya dengan lewat tatapan mata, mereka bisa tahu bahwa mereka sudah saling jatuh cinta. 

Sampai disatu waktu mereka mulai dihadapkan dengan kenyataan yang pahit, yang membuat salah satu dari mereka, memilih untuk mundur dan menjauh. 

Setelah mereka, berpisah, kini semua menjadi musnah. Hujan yang dulu  mereka anggap tidak akan menyakitinya, kini malah mulai mengikiskan luka dihatinya. 

Kenangan demi kenangan bertebaran sepanjang jalan seperti dedaunan yang jatuh dihembus angin sepanjang trotoar. 

Dan kau tahu siapa dua anak manusia itu? 

Iyah, benar. 

aku dan kamu. 

Dan ini sebagian, kisahku yang kurangkai, sedemikian rupa, yang ku persembahkan hanya untukmu. 

From: Raditya Mahawira.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add coldiac [Ongoing] to your library and receive updates
or
#6mahawira
Content Guidelines
You may also like
Merajut Mimpi Dengan Seutas Tali by MafiaEcyrus
27 parts Complete
‼️ ON GOING ‼️ Langit senja merekah jingga, membentang luas seolah tak berbatas, seperti mimpi-mimpi yang sejak kecil ia genggam erat dalam hatinya. Seorang gadis berdiri di bawah cahaya mentari yang perlahan tenggelam, menatap langit dengan sejuta harapan. Ia memiliki begitu banyak impian-besar dan bercahaya-seakan menggantung di atas sana, menunggu untuk diraih. Namun, dunia di sekitarnya tak selalu bersikap baik. Sejak kecil, ia hidup dalam bayang-bayang keraguan dan cemoohan. Orang-orang memandangnya sebelah mata, menganggapnya tidak berbakat, tidak istimewa, dan tidak memiliki masa depan yang menjanjikan. Ia sering kali merasa sendirian, diabaikan, bahkan dijauhi. Kata-kata mereka menusuk seperti pisau tajam yang menggores kepercayaan dirinya. "Kau tak akan pernah menjadi apa-apa." "Mimpimu terlalu tinggi, kau hanya akan jatuh." "Berhentilah berkhayal, hadapilah kenyataan." Tapi di dalam hatinya, ada api kecil yang terus menyala. Api itu adalah tekadnya. Alih-alih menyerah pada semua penolakan dan hinaan, ia memilih jalan yang lebih sulit-jalan penuh perjuangan dan kerja keras. Ia tak ingin hidupnya dihabiskan dalam penyesalan hanya karena ia tak cukup berani untuk mencoba. Ia memulai segalanya dari nol, mengisi hari-harinya dengan belajar, membaca, dan berlatih. Saat orang lain menikmati waktunya, ia memilih untuk tetap terjaga di malam-malam panjang, berusaha lebih keras dari siapa pun. Ia tahu bahwa satu-satunya cara untuk membuktikan dirinya bukanlah dengan membalas kata-kata mereka, tetapi dengan pencapaian yang tak bisa mereka sangkal. Namun, perjuangannya tak mudah. Ada hari-hari di mana ia hampir menyerah, saat kelelahan menghimpit, saat dunia terasa begitu berat. Tetapi setiap kali ia merasa ingin berhenti, ia mengingat mimpinya. Ia mengingat bagaimana ia ingin membuktikan bahwa dirinya mampu, bahwa ia lebih dari sekadar gadis yang diremehkan oleh banyak orang.
KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai by among_inkrainclouds
29 parts Ongoing
"Engkau adalah kidung yang tak sempat kuselesaikan. Di antara tahta yang runtuh dan janji yang belum sempat terucap, Engkaulah istana yang tak bisa kutaklukkan" Mimpi-mimpi itu datang seperti nyanyian dari waktu ke waktu bak mimpi buruk. Langkah kaki di lorong batu purba, darah demi tahta, dan suara seorang raja yang tak pernah dilupakan sejarah, meski namanya dikubur dalam aib dan pengkhianatan. Maharani Apsari tak tahu bahwa hidupnya membawa kelanjutan dari kisah yang belum selesai. Dan Aru sejarawan muda yang hidup dengan luka dalam sunyi membawanya pada pusaran rahasia yang lebih tua dari dirinya sendiri. Di balik barisan naskah lontar yang nyaris hancur, Di antara bisikan kidung kuno dan tempat suci yang tersembunyi, terungkap kenyataan bahwa mereka tak hanya terikat oleh mimpi tetapi oleh darah, kutukan, dan cinta yang pernah dipersembahkan kepada takdir. Satu demi satu, topeng sejarah terlepas. Namun tak semua ingin kebenaran bangkit. Musuh dari masa lalu telah menunggu kebangkitan ini. Darah kembali diburu dan cinta yang belum selesai harus memilih: Mengulang takdir yang sama atau menyelesaikan nyanyian jiwa yang telah terputus berabad lalu. Disclaimer : Cerita ini merupakan fiksi sejarah yang menggunakan nama tokoh sejarah saja. Untuk bukti sejarah, sifat dan karakter tokoh, serta tempat atau temuan tidak dapat dijadikan sebagai sumber penelitian atau acuan karena semua itu hanyalah sebatas kreatifitas penulis saja. Karya ini hanya diterbitkan di Wattpad. Jika ada karya dengan kemiripan alur, tokoh dan judul yang sama maka itu adalah plagiat. Selamat Membaca... #1 Pemberontak 16-11-2025
My Quuen is Bad Gril by ChilkySaputry
15 parts Complete
"Aku Jahat! Pliss Jauhin aku sebelum Jiwa Iblis ku keluar dan menghabisi kalian semua!" Teriak Seorang Gadis kepada keluarga beserta sahabat-sahabatnya Yang ada di depan nya. Mata nya memerah dan kerigat dingin bercucuran di Pelipis nya. Ada sesuatu di dalam tubuh nya bergelonjak memaksa ingin keluar. Keyra menahan hal tersebut. "Pliss Pergi" lirih nya . Tubuh nya Yang tadi nya lemas Kini Entah mengapa terasa berenergi. Mata Gadis itu berubah warna menjadi warna Merah Pekat. Kini ia terlihat sangat menakut kan. "Kenzo kenzi! Tolong bawa semua nya pergi sebelum sesuatu Yang tak terduga bakal terjadi kepada kalian semua!" Lirih nya "Tidak! Kami bukan pengecut Yang lari Karena takut Dengan kematian. Lebih Baik kita mati bersama!" Teriak Pria Yang memiliki umur Yang sama Dengan sang Gadis. "Tolong Hargai pengorbanan ku, Ingat aku dan ceritakan kisah ku kesetiap keturunan kalian semua. Jangan salah, aku selalu menjaga dan mengawasi kalian dari atas sana nanti" Lirih Gadis itu kembali "Jangan pernah merasa menyesal Karena membiarkan aku Pergi. Aku pergi Karena aku tidak ingin keturunan lain nya merasakan penderitaan seperti ku. Aku juga merasa senang karena Sebentar lagi penderitaan ku akan lenyap" Ucap nya kemudian tersenyum tulus tetapi menyiarat kan tatapan menenangkan. "Kenzo kenzi! Bawa semuanya pergi" Bentak Gadis itu. Kenzo dan kenzi terpaksa menyeret semua keluarga nya serta sahabat-sahabatnya keluar dari ruangan itu menyisakan Gadis itu sendiri. ****** Keyra Quenza sky Alexander. Nama Yang Panjang bukan? Nama Itu Gabungan antara dua Marga yaitu sky dan Alexander. Keyra adalah Gadis Polos dan Ceria. Memiliki senyuman Yang dapat memikat hati Semua Pria Yang melihat nya. Namun di balik keceriaan nya terdapat berbagai macam kisah misterius dan belum terungkap sampai keyra sendiri Yang memutuskan bagaimana kisah hidup nya seterusnya. Hidup Yang di Penuhi alur Lika liku mampu membuat kesabaran Keyra patut di uji. Silahkan membaca guys! Vote
Zenna Story by Senaaraini
33 parts Ongoing
Zenna Story Bertepuk sebelah tangan memang sakit, tapi apa lah daya ku jika dia memang bukan ditakdirkan untukku. Percuma saja jika dia hadir hanya untuk singgah bukan menetap. Aku bukan tempatnya pulang dan aku bukan rumahnya. **** "Tolong kasih aku kesempatan buat menebus semuanya selama ini" Ujarnya ditengah derasnya hujan. Gadis itu tak menjawabnya, ia tetap diam sambil menunduk. "Tolong jangan diam aja, jawab aku!" Ujarnya lagi. "Aku gak bisa, aku udah mati rasa!" Balasnya masih dengan menundukkan kepalanya. Air mata yang menetes tersamarkan oleh tetesan air hujan yang deras. "Jangan bilang gitu, aku bakal nungguin kamu sampai kapanpun itu!" "AKU UDAH MATI RASA ZEE! JANGAN GANGGU HIDUP AKU LAGI!" Sentaknya, dengan air mata yang membanjiri pipinya. "Nggak, kita bisa perbaiki hubungan kita pelan-pelan Sheina! "Maaf, kehadiran kamu dihidupku selama ini cukup menyakitkan buat aku Ze! "Jauhi aku, jangan ganggu aku lagi, aku pamit pergi!" "Hikss.. hiks.. hikss.." kakinya ambruk begitu saja ia sudah lemas, tidak tahu harus melakukan apa lagi. Gadis yang selama ini mengaguminya diam-diam kini telah pergi meninggalkannya. Satu kesalahan berujung fatal, ia tidak pernah menyadari ada seseorang yang begitu tulus mencintai dan menyayanginya, namun selalu ia sia-siakan dan tak pernah ia perhatikan. Hingga saat ia menyadari perasaannya, ternyata gadis ini malah sudah tidak memiliki rasa untuknya. Sakit. **** ~ Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan tuk menyerah saat ini ~ **** Teman-temannya bisa mulai membaca lagi ya, Kelanjutan dari kisah Sheino sudah up kembali yang pasti akan semakin seru cerita kedepannya. Up setiap hari Kamis ya! Ada perubahan judul ya gais! Jangan lupa follow akun ini dan Share cerita ini!
You may also like
Slide 1 of 9
Merajut Mimpi Dengan Seutas Tali cover
ALTAR RASA | END ✓ | cover
KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai cover
Aksareya cover
Antara Jarak Dan Waktu cover
Rain And Tears [Proses Revisi] cover
My Quuen is Bad Gril cover
Dirgantara cover
Zenna Story cover

Merajut Mimpi Dengan Seutas Tali

27 parts Complete

‼️ ON GOING ‼️ Langit senja merekah jingga, membentang luas seolah tak berbatas, seperti mimpi-mimpi yang sejak kecil ia genggam erat dalam hatinya. Seorang gadis berdiri di bawah cahaya mentari yang perlahan tenggelam, menatap langit dengan sejuta harapan. Ia memiliki begitu banyak impian-besar dan bercahaya-seakan menggantung di atas sana, menunggu untuk diraih. Namun, dunia di sekitarnya tak selalu bersikap baik. Sejak kecil, ia hidup dalam bayang-bayang keraguan dan cemoohan. Orang-orang memandangnya sebelah mata, menganggapnya tidak berbakat, tidak istimewa, dan tidak memiliki masa depan yang menjanjikan. Ia sering kali merasa sendirian, diabaikan, bahkan dijauhi. Kata-kata mereka menusuk seperti pisau tajam yang menggores kepercayaan dirinya. "Kau tak akan pernah menjadi apa-apa." "Mimpimu terlalu tinggi, kau hanya akan jatuh." "Berhentilah berkhayal, hadapilah kenyataan." Tapi di dalam hatinya, ada api kecil yang terus menyala. Api itu adalah tekadnya. Alih-alih menyerah pada semua penolakan dan hinaan, ia memilih jalan yang lebih sulit-jalan penuh perjuangan dan kerja keras. Ia tak ingin hidupnya dihabiskan dalam penyesalan hanya karena ia tak cukup berani untuk mencoba. Ia memulai segalanya dari nol, mengisi hari-harinya dengan belajar, membaca, dan berlatih. Saat orang lain menikmati waktunya, ia memilih untuk tetap terjaga di malam-malam panjang, berusaha lebih keras dari siapa pun. Ia tahu bahwa satu-satunya cara untuk membuktikan dirinya bukanlah dengan membalas kata-kata mereka, tetapi dengan pencapaian yang tak bisa mereka sangkal. Namun, perjuangannya tak mudah. Ada hari-hari di mana ia hampir menyerah, saat kelelahan menghimpit, saat dunia terasa begitu berat. Tetapi setiap kali ia merasa ingin berhenti, ia mengingat mimpinya. Ia mengingat bagaimana ia ingin membuktikan bahwa dirinya mampu, bahwa ia lebih dari sekadar gadis yang diremehkan oleh banyak orang.