Love story with my Gus

Love story with my Gus

  • WpView
    Odsłon 4,953
  • WpVote
    Głosy 236
  • WpPart
    Części 16
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja wt., sie 27, 2024
WpInfo
Fikcja
Romans
"Pergi semua nya!!!" bentak Gus Nizar "para santri, ustadz dan ustadzah,tundukan pandangan kalian,saya tidak ingin mahkota calon istri saya terlihat oleh orang lain" lanjutnya lalu membuat semua orang di sana tercengang mendengar ucapan Gus Nizar Gus Nizar lalu mendekati Afifah yang sedang sesenggukan dengan menutup mata nya rapat" karena Afifah berposisi tidak memakai kerudung. ia melepas sorban nya lalu memberikan nya kepada Afifah "ambil dan pakai lah,tapi jangan menyentuh tangan saya,kita belum jadi mahram"titah nya sambil menyerahkan sorban kepada Afifah "Ma makasih Gus" ucap Afifah lalu pergi menjauh meninggalkan lokasi kegaduhan. "Dan kamu aida! ikut saya ke ndalem!" bentak Gus Nizar kepada aida, santriwati yang berani melepas paksa kerudung Afifah. 🌻 Start= 21-09-2022 Finish=? Hak cipta di lindungi oleh Allah SWT🙏
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#600
taaruf
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Mutiaraku
  • Biasa tapi Rumit ✓
  • Al & El : Gus, atau Pengurus? | Lanjut After Married
  • Gue Santri [END]
  • MANA JANJI MU GUS?!
  • Keenasyaa (REVISI.)
  • 10. Saktah
  • Menantu Abi Umi
  • DIA JAWABAN DARI DOAKU ✅  (Bab Tidak Lengkap Sementara)
  • Hug Me When Halal (END)
Mutiaraku

"Gus, lepaskan hijab saya. Gus Nial tidak seharusnya di sini. Tugas Gus Nial sekarang adalah menyalami tamu dan tersenyum bersama dengan Neng Marwa. Bukan ke sini, hanya sebab menenangkan SAYA!" Mutiara menekankan kata "SAYA" diakhir ucapnya. "Kamu bahagia?" pertanyaan Gus Nial langsung direspon senyuman oleh Mutiara. "Sejak kapan saya sedih? Sejak kapan saya tidak rela? Sejak kapan saya tidak ikhlas? Saya sangat bahagia melihat Pernikahan Gus Nial dengan Neng Marwa," tutur Mutiara dengan membendung air mata yang hampir tumpah. "Kamu tidak mencintai saya?" "TIDAK!" "Kamu tidak punya perasaan sama saya?" "TIDAK!" "Kamu benar-benar rela?" "IYA!" "Saya mau pergi, Assalamualaikum," salam Mutiara lalu pergi meninggalkan Gus Nial sendiri. "Mutiara, tidak akan pernah menjadi Mutiaraku," lirih Gus Nial. ••• "Ternyata, pura-pura bahagia itu sakit, ya. Ternyata, pura-pura ikhlas itu berat, ya. Ternyata, pura-pura rela itu nyeri, ya." Mutiara menyipitkan matanya. ••• Ini cerita keduaku setelah selesai nulis Mahkota Impian Santri. Let reading. Be enjoy ya. Story by Lailiintan_ Started : 09 Agustus 2021 Finished :

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści