3 [ex] Tuan Muda

3 [ex] Tuan Muda

  • WpView
    Reads 19,853
  • WpVote
    Votes 1,957
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 22, 2025
Kata Kagendra jadi anak yang lahir pertama itu harus tahan banting. Kata Aksara jadi anak yang lahir kedua itu selalu ada di posisi yang serba salah. Kata Regan, siapa bilang jadi bungsu itu enak? Bagaimana jika kehidupan Kagendra, Aksara dan Regan tiba-tiba berubah 180°? Dulu mereka selalu foya-foya, nongkrong, party sana sini, apapun yang mereka mau akan mereka dapatkan like i want it i get it, mereka bertiga adalah tuan muda-nya Arundaya. Tapi bagaimana jika dalam sekejap mata kehidupan 3 tuan muda itu tiba-tiba berubah begitu saja ketika ayahnya di nyatakan bangkrut? Ini kisah tentang si kembar 3 Kagendra, Aksara dan Regan. Berisi tentang kekonyolan mereka, tentang keanehan mereka, berantem, nangis, senang, bahagia, susah sudah menjadi makanan sehari-hari. Mereka si paling ga peduli di public, tapi nyatanya paling peduli di private. Ini kehidupan Kagendra, Aksara dan Regan yang nano-nano. "Kage, Aksa, Regan.. maafin ayah ya, sekarang ayah udah bangkrut, kita jadi orang miskin sekarang.."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • Perihal Sandwich(End)
  • Five wishes! [SM Family]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • ( immature ) ✔
  • Gwenchana, Hyungnim
  • Tuan Muda?
  • Are We Brother's ? - [boynextdoor] TERBIT✓

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines