BLACK HOME

BLACK HOME

  • WpView
    Reads 1,628
  • WpVote
    Votes 226
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 15, 2025
Tiba-tiba diusir dari rumah mewah milik sang Ayah tanpa sebab lalu diperintahkan pergi mencari Ibu kandung mereka yang beberapa tahun silam hilang di sebuah desa terpencil, kehidupan Hugo dan keenam adiknya seketika berubah kacau balau. Tanpa alasan yang jelas, Erwin sang Ayah menyuruh ketujuh putranya tinggal di sebuah rumah kecil di ujung desa tersebut. Rumah kumuh yang jarang sekali dikunjungi siapapun bahkan nyaris tidak pernah. Tidak ada yang berani sebab dirumorkan angker. Menjalani takdir jungkir balik dari semula berlatar belakang keluarga serba berkecukupan kemudian tanpa aba-aba dipaksa harus tinggal di rumah kecil sederhana tanpa bekal apapun, ketujuh anak muda itu kelabakan tak terima. "Bapak akan jemput kalian kalau kalian sudah berhasil menemukan Ibu. Bapak janji. Bapak percaya anak-anak Bapak bisa." Start: 15 Agustus 2025 End:
All Rights Reserved
#205
justice
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines