ELEVEN (FIVE AND SIX)

ELEVEN (FIVE AND SIX)

  • WpView
    Reads 2,570
  • WpVote
    Votes 184
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 21, 2023
WpInfo
Fanfic
Evellyna Amaryllis adalah seorang mahasiswi jurusan psikologi di kampusnya. Berasal dari keluarga kalangan ekonomi menengah ke atas, tentu saja membuat hidupnya semakin mudah. Memiliki kekasih yang bernama Mike, dan sudah terjalin hingga 4 tahun. Keduanya menjalin hubungan jarak jauh selama tiga tahun. Namun kisah Cintanya bersama Mike harus berakhir dan hal itu tentu membuatnya depresi berat. Malam itu ia bertemu dengan Chandra, orang yang selama ini sempat ia jauhi selama tiga tahun terakhir. Sejak malam itu semuanya berubah Evellyn : Chan, yang kita lakuin itu termasuk selingkuh gak sih ? Chandra : Kayaknya enggak, kan kita gak sengaja ngelakuinnya SEQUEL KEDUA I'M NOT THE PRINCESS
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He Wrote My Name Wrong
  • Rada Hevealyan
  • Alveira's Love [Selesai]
  • My Beloved Boyfriend
  • Wings and Cloven Hooves (FayeYoko) (GXG) (END)
  • Di Kota Tempat Kamu Berada
  • MYSTERY OF THE ACALAPATI [PANGERAN KELIMA 2]
  • Ei-Bree My Betelgeuse (Indonesia)

He Wrote My Name Wrong Wattpad by barelyunknown SMA Harapan Baru katanya sekolah penuh "cinta pertama". Katanya sih. Nyatanya? Hari pertama orientasi aja aku udah dapat partner paling nggak ramah sedunia-Raynald Ezra, si cowok tinggi berkacamata yang ngomongnya kayak dosen dan nggak pernah senyum. Meira Anindya enggak pernah menyangka kalau hari pertamanya di SMA akan dipenuhi kejutan-terutama kejutan bernama Raynald Ezra. Cowok cuek dari kelas sebelah itu bikin Meira salah tingkah sejak insiden kecil di hari MOS. Tapi bukan SMA namanya kalau perjalanan cinta mulus-mulus aja. Mulai dari beda kelas, cewek berhijab yang selalu bareng Ray, sampai kenyataan bahwa Ray punya masa lalu yang belum sepenuhnya ia lepas. Sementara Meira sibuk memahami perasaannya, Ray juga diam-diam menyimpan rasa-rasa yang belum pernah ia tunjukkan ke siapa pun sejak kehilangan orang terdekatnya. Satu hal yang pasti: keduanya sama-sama belum siap untuk jujur... bahkan pada diri sendiri. Di antara tumpukan tugas, eskul, dan jantung yang deg-degan tiap ketemu di lorong sekolah, Meira dan Ray belajar satu hal: cinta pertama enggak selalu tentang kata yang sempurna, tapi tentang siapa yang bikin kamu ingin menulis ulang segalanya-termasuk nama seseorang, meski awalnya kamu salah tulis.

More details
WpActionLinkContent Guidelines