Kesayangan

Kesayangan

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 10, 2023
Aku dibesarkan dengan kasih sayang keluarga, uang dan kemewahan, serta teman-teman yang mencintaiku, Aku akan jujur, aku memang gadis manja yang tidak tahu apapun tentang dunia ini, sampai dimana aku masuk sekolah menengah pertama, dan semua menjadi kacau, aku menghancurkan masa remaja serta masa depanku, pembullyan yang membuatku trauma tidak pernah menghilang sedikitpun dari pikiranku, setiap aku sedikit bahagia, kenangan buruk itu muncul dengan tiba-tiba Pikiran-pikiran untuk menyakiti diri sendiri selalu ada setiap saat, aku terjerumus obat-obatan terlarang, tidak, sebenarnya itu hanya sebuah karet, sebuah karet yang membuatku sedikit tenang, mereka mengubah gadis polos yang ceria menjadi anak perempuan yang menyedihkan Apa kalian tidak penasaran dengan real storyku?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • M I C E L L
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Cerita Tentang Kita
  • Broken Home [Complete]
  • Saat Semua Orang Berpaling
  • Self Injury's(complete)✔
  • Juan [REVISI]
  • DENNIES
  • ELGITA  (TERBIT)

Cerita ini mengisahkan seorang siswa yang hidupnya penuh penderitaan, baik di sekolah maupun di rumah. Ia adalah seorang anak yang lugu, mudah sakit, dan terperangkap dalam masa hidup yang kelam. Di sekolah, ia selalu menjadi sasaran bullying. Teman-temannya menjauhinya, bahkan tak ada satu pun yang mau berteman dengannya. Setiap hari, ia merasa kesepian dan tak berdaya, terjebak dalam dunia yang penuh rasa sakit dan penghinaan. Di rumah, kondisi yang lebih buruk lagi menunggunya. Kedua orang tuanya tidak menunjukkan kasih sayang sama sekali. Alih-alih memberikan dukungan, mereka justru menyiksanya, baik secara fisik maupun emosional. Setiap kali ia mendapatkan nilai yang buruk, atau bahkan tidak mendapatkan nilai seratus, ia akan dihukum dengan tidak diberi makan dan terus disiksa. Kata-kata yang terlontar dari orang tuanya begitu menyakitkan, membuatnya merasa seperti anak yang tidak berguna dan tak pantas untuk dihargai. Kondisi ini membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Ia merasa hidupnya tidak berarti dan mulai berpikir untuk menyerah. Setiap kali dibuli atau disiksa, ia hanya pasrah dan tidak berdaya, seakan-akan dunia ini terlalu berat untuk ia hadapi. Ia tak pernah merasakan kehangatan keluarga yang seharusnya menjadi tempat pelindungnya. Ia selalu iri melihat kebahagiaan orang lain, namun dirinya tak pernah merasakannya. Di luar, wajahnya selalu datar, tak pernah ada senyum yang menghiasi wajahnya. Luka-luka fisik dan emosional yang ia alami menjadi beban berat yang membentuk dirinya menjadi sosok yang tertutup dan terpuruk. Ia hanya bisa bersembunyi di balik kesedihan, tak tahu harus bagaimana lagi untuk bertahan. Bagaimana kisahnya akan berlanjut? Akankah ada secercah harapan yang datang untuk mengubah hidupnya? Mari kita saksikan perjalanan hidupnya yang penuh dengan perjuangan dan air mata... cerita ini murni dari pikiran yana sendiri dan jangan plagiat!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines