JANJI AYAH

JANJI AYAH

  • WpView
    Membaca 2
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Sep 22, 2022
WpInfo
Non-fiksi
...Tapi pagi ini, tak kuat rasanya dia menahan perasaannya. Dia lelah tiap hari harus pulang jalan kaki. Dia lelah melihat pakaiannya yang usang. Dia lelah melihat celana panjangnya sudah mendekati lutut. Dia lelah tiap hari makan daun singkong. Dia lelah melihat Ayahnya yang acuh. Dia lelah melihat Emaknya yang pelit. Dia lelah melihat temannya ke sekolah pakai motor. Dia lelah melihat Juleha, gadis incarannya, naksir Basuki, anak pemilik Warung bakso itu. Dia lelah memakai sepatu sempit yang menyiksanya sepanjang hari. Dia lelah melihat kucingnya yang berisik. Bahkan Dia lelah melihat centong nasi kayu di rumahnya. Dia lelah menjadi miskin. Dia lelah ... lelah semuanya!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#7
jani
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Renjana [COMPLETED]
  • Become Baby Boy✓
  • HAZKI ; Danendra's Little Angel [✓]
  • Avyan (End) ✓
  • Tujuh Hati, Satu Rumah
  • Complete (END)
  • Are We Brother's ? - [boynextdoor] TERBIT✓
  • Aku Disini Kak! [End]

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan