Suara Gamelan Malam

Suara Gamelan Malam

  • WpView
    LECTURAS 6
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, abr 25, 2023
WpInfo
Ficción
Terror
Sekarang sudah menunjukan pukul 04.20 hari ini adalah hari keluarga Fina pindah. Fina dan Lulu sudah bangun dan mereka sholat subuh bersama, Nia ia sekarang sedang tidak sholat. "Fin lo mau pindah ke mana sih?" Tanya Lulu penasaran. "Kalo gak salah sih ke Bandung Lu" jawab Fina. "Emang rumah nya siapa Fin dibandung?" Tanya Lulu. "Rumah nenek dari bunda Lu, kenapa?" Jawab Fina. "Gak ko Fin cuma mau tau" jawab Lulu sambil terkekeh kecil "oh iya di sana itu daerah pedesaan atau kota nya Fina?" Tanya Lulu. "Di Sana itu sih ya bisa terbilang pertengahan antara kota sama desa". Setelah sholat dan berbincang mereka membangunkan Nia. "Nia bangun udah subuh" ajak Fina dengan nada tinggi. "Ihh Fin bentar lagi masih ngantuk tau" ucap Nia dengan suara khas bangun tidur. "Nia bangun, ayo siap siap Fina udah mau pindah Nia"ucap Lulu. "Hah Fina mau pindah Lo lupa" ucap Lulu dan Fina hanya menggeleng kan kepalanya lucu melihat tingkah laku ke dua teman nya. Ini saat nya Fina dan keluarganya pindah. Fina pun langsung pamit pada kedua sahabat nya itu, setelah berpamitan Fina pun masuk ke dalam mobil dan pergi sambil melambaikan tangan pada dua sahabat nya itu.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • JUST BE MINE [END]
  • SETULUS CINTA SANG MUALAF
  • YUKA  (Girl x Girl )
  • AvalonAna
  • Si Manis
  • My possesive boyfriend
  • Rumah Tanpa Atap
  • ARWAH MANTAN PACAR CALON SUAMI

⚠️ FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA "Kenapa lo nggak biarin gue menang, sih? Kenapa lo mala lempar bola itu ke gue?!" teriak Naina. "Buat apa gue lakuin hal itu sama lo? Sementara lo nggak pernah anggap gue ada!" jawab Gama dengan wajah datarnya. "Apa lo lakuin itu karena lo emang masih benci sama gue?" tanya Naina. "Iya, karena gue benci sama lo." "Apa?" "Lo emang egois, Nai. Lo selalu mikirin perasaan lo sendiri tanpa memperdulikan perasaan orang lain." "Iya, gue emang egois. Lo tahu perangai gue, 'kan? Seharusnya lo nggak perlu kaget lagi dengan perangai buruk gue," ujar Naina dengan kedua tangannya yang mengepal kuat. Gama memejamkan sejenak kedua matanya lalu mencengkram kuat kedua bahu Naina. "Apa lo pernah mikir sekali ... aja gimana sedihnya seseorang yang sayang sama lo saat lihat lo terluka dan lebih memilih diam seperti orang bodoh saat semua orang nggak henti-hentinya berargumen buruk tentang lo?" --Terkadang, cara terbaik dalam memecahkan masalah adalah berhenti untuk peduli. Itulah yang saat ini Naina lakukan, ia sudah cukup lelah menjelaskan semuanya. Makanya, ia lebih memilih untuk diam dan berhenti untuk perduli.-- Ini tentang Naina, gadis cantik namun mempunyai kepribadian yang dingin dan sedikit kasar. Ia mendapatkan julukan 'si kulkas berjalan' di sekolahnya. Karena sikap dinginnya itulah membuat semua orang salah mengartikan tentang dirinya dan menganggap Naina aneh. Namun, siapa yang menyangka jika dibalik wajah dingin dan tatapan tajamnya itu ternyata menyimpan segudang rahasia besar? Naina Aldebaran, menceritakan konflik persahabatan, keluarga, dan percintaannya yang penuh misteri. @Naina_Aldebaran

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido