Alana; Wanted; Be Mine!

Alana; Wanted; Be Mine!

  • WpView
    LECTURES 163,117
  • WpVote
    Votes 4,244
  • WpPart
    Chapitres 17
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., août 1, 2023
Kesalahan terbesar Alana adalah; bertemu pria itu, menyelamatkannya dan memberikan senyuman manis padanya. Hingga karna semua itu--masalah datang bertubi-tubi menghantamnya. Membuat dia terikat tanpa bisa lari atau pergi. Lebih parahnya, dia terkurung dalam sangkar emas pria yang memiliki gangguan mental. Pria yang mengklaimnya sebagai wanitanya sekaligus miliknya. Pria yang sama--yang dia selamatkan hari itu. "Kamu milikku! Hanya milikku! Dan apa yang sudah menjadi milikku, tidak ada yang boleh menyentuhnya tanpa seijin dariku. Apalagi pergi dari jarak pandangku!" Axel tersenyum dingin.
Tous Droits Réservés
#114
gangguanjiwa
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Serendipity
  • Salah Tapi Enak [GXG]
  • Bound to The Boss
  • AZALEA - My Psychopath Husband is Male Lead, but I am an Extra
  • ARNOVEA: Second Life His Wife (END)
  • 𝐀𝐆𝐑𝐀𝐕𝐄𝐍
  • Secret Devotion
  • Takdir di Tubuh Antagonis
  • Unwanted Wedding
  • Langkah baru bersama mu

"Sayang sekali." "Terpaksa aku harus menghabisi mu dengan tanganku sendiri." Ujarnya sembari mengeluarkan pistol dari saku belakangnya. Pistol itu ia arahkan di kening Karina, senyuman tipis terbit di bibir tebalnya. "Kamu harus mati dan membawa anak sialan mu itu." "Karena sekarang kamu sudah tidak berguna bagiku." Suara kekehan dari Darren seakan membuat rasa sakit Karina semakin bertambah. Karina hanya diam dengan kedua manik yang semakin lama semakin sayu. Air mata terus mengalir dari pelupuk matanya dibarengi dengan penyesalan di setiap tetesannya. Tapi ia tahu, ini semua sudah terlambat. Semuanya sudah terjadi. Karina kembali terbatuk dengan diikuti darah yang keluar dari mulutnya. "Ka-kamu biadab!" '𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘬𝘩𝘭𝘶𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘶𝘩 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘰𝘴𝘢. 𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯, 𝘬𝘶𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢. 𝘐𝘻𝘪𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢.' "It's time to say good bye." 𝘋𝘰𝘳𝘳

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu