Lautan Emosi || Diary Me

Lautan Emosi || Diary Me

  • WpView
    LECTURAS 2
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, sep 23, 2022
Ada banyak emosi yang tak bisa kuutarakan. Ada banyak kesedihan yang tak pernah didengar. Ada banyak tangis yang tercekat dan terlupakan. Emosi-emosi yang dibiarkan melebur bersama waktu. Tapi tidak dengan kenangan emosi itu. Kini, izinkan aku untuk menjadikannya bisa didengar. Walaupun aku tahu kamu tidak tahu apa yang akan kau dengar. Hanya sebuah tangisan yang butuh pelampiasan. Hanya sebuah kesedihan yang butuh ketenangan. Hanya sebuah perasaan rapuh yang butuh sandaran. Dan hanya sebuah kebahagian yang butuh pengakuan kebenaran. Inilah ceritaku. Perasaan yang selama ini hanya dipendam dan diratapi sendirian. Akan kuungkap semuanya di dalam lautan emosi ini. Sebuah diary me. Dariku dan untukku.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • N O R A [on going]
  • Hopeless
  • THIS YOU!!?
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Terjebak Nostalgia
  • SasuHina - Love Story
  • Embun Purnama [Un-Publish]
  • Tentang Kita
  • The Love Story" Kurus & Mancung"

nyatanya, semua itu hanya omong kosong. janji-janji, perhatian, dan kalimat-kalimat manis mu kala itu hanya sebuah kebohongan belaka. bodoh nya aku yang terlalu begitu percaya. perhatian mu semua aku anggap sebagai rasa sayang mu padaku, namun itu salah. aku hanya sebuah pelarian yang kamu singgahi. setelah kamu mendapatkan apa yang kamu cari, kamu pergi. tanpa kamu pikirkan bagaimana perasaan ku. tanpa kamu pedulikan bagaimana hancur nya diriku. tuan, seandainya kamu tau setulus dan sebesar apa perasaan ku padamu. seandainya kamu tau bagaimana usahaku untuk selalu bertahan dengan mu. namun, itu semua hanya seandainya. dan pada kenyataannya kamu tak pernah sadar akan hal itu. kenyataan ini begitu menyesakkan dada. hari-hari ku lewati dengan hati yang kehilangan akan sosok nya. hari-hari ku lewati dengan luka yang tak kunjung juga mereda. tuan, terimakasih. bagaimana pun aku tidak bisa menolak perpisahan. akan ku sudahi semua rasa sakit ini tuan. aku akan belajar melupakanmu, sebagaimana kamu melupakanku. karna aku percaya, kepergian mu merupakan sebagian dari rencana yang diatas. dan aku juga yakin, jika suatu saat aku akan di pertemukan dengan seseorang yang jauh lebih mengerti aku ketimbang kamu. **** Cover by : hunyoel

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido