We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Obat Hati

Obat Hati

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 11, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Aku berada selangkah dibelakang mu, memantik api sendu. Hingga tak sadar lidahku kelu untuk mengatakan rindu pada yang tak pernah merindu. Terimakasih telah membuatku lelah berujung menyerah sampai di titik ini. Kau tak hanya membuatku terjatuh, tapi kau pula yang membuatku rapuh. ___________________________________ ___________________________________ Cerita ini pernah ada di lapak sebelah akun safar_13 judulnya "ma'ak Ilal Jannah". Karena ada beberapa kendala jadi pindah ke lapak ini dengan judul "obat hati" Selamat membaca 🤗
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kilometer Cinta [Complete] ✔️
  • Coretan Kata Tanpa Rasa
  • Jatuh Cinta Di Udara ✔
  • Air Mata Cinta
  • After My Prayed
  • Al Fahri
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Tertulis Dalam Doa
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Halal Is My Way[TERBIT]

⚠️Warning! Baper detected⚠️ Romance-religi Dukung saya dengan cara follow dan rekomendasiin cerita ini ke teman-teman wattpad kamu. Terima kasih. 💙 Prolog : Siapa pun pasti pernah mengalami kecewa. Entah itu perpisahan atau pertemuan yang disesali. Namun, manusia memang hidup dengan segala cobaan yang harus dijalani. Seperti halnya yang dialami Muhammad Al Fatih. Seorang pilot muda dengan pangkat senior first officer ini tengah mengejar perempuan bercadar hanya karena sorot matanya. Salwa Miftahul Jannah, itulah nama dari perempuan yang berhasil menarik perhatian Fatih dalam satu kali pertemuan tak sengaja di depan toilet pesawat. Ia selalu menghindari Fatih bahkan tidak merespon segala usaha Fatih yang mendekatinya. Lalu takdir kembali mempertemukan mereka di Tugu Kilometer Nol, Aceh. "Kamu yang waktu itu di pesawat, 'kan?" tanya Fatih dengan lantang. "Iya," jawab Salwa pendek. Kepalanya menunduk dan melirik pada kedua orang tuanya yang memperhatikan mereka berdua sejak beberapa detik lalu. "Itu orang tua kamu?" tanya Fatih lagi setelah mengikuti arah ekor mata Salwa. "Kenapa?" Tiba-tiba desiran halus menyeruak di dalam rongga dada Salwa. "Boleh saya menemui mereka?" "Untuk?" "Meminta izin bertaaruf dengan kamu." Penasaran dengan kelanjutan kisah mereka? Yuk baca cerita Kilometer Cinta dan jangan lupa masukkan dalam reading list kamu. Happy reading, pembaca baru Fat_Wa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines