Musim yang Mekar

Musim yang Mekar

  • WpView
    Leituras 12
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, dez 14, 2024
Damar datang ke kota kecil itu dengan harapan bisa melarikan diri dari bayang-bayang masa lalunya. Hidupnya sunyi, penuh kehampaan, sampai ia menemukan sebuah taman bunga yang indah di ujung jalan. Taman itu adalah milik Raka, seorang pemuda hangat yang mencintai bunga seperti bagian dari dirinya sendiri. Melalui cerita-cerita tentang makna bunga, Raka secara perlahan membuka hati Damar, menunjukkan bahwa hidup memiliki keindahan yang tersembunyi di balik kesederhanaan. Namun, di balik senyuman Raka yang cerah, tersimpan luka yang belum sepenuhnya sembuh. Seiring hubungan mereka berkembang, Damar harus menghadapi rasa takutnya akan kehilangan, sementara Raka mencoba mengajarkan bahwa seperti bunga, hidup juga memiliki musimnya dan selalu ada harapan untuk mekar kembali setelah layu.
Todos os Direitos Reservados
#1
silenceoflife
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Cinta Dalam Mekarnya Bunga
  • IN THE WAKE OFF SHADOWS
  • Ripples in the Riverside {BL} S1 ✅
  • Eleven Twelve [ BL | Boys Love | BxB ]
  • Love You Again (18+ / Ended) [Revisi]
  • Lingkaran Takdir
  • Unseen Bonds
  • Bulan Retak di Langit Senja

Lila percaya bahwa cinta mirip bunga. Ia tak bisa dipaksakan untuk tumbuh. Ia butuh waktu, kehangatan, dan keberanian untuk mekar di tengah dunia yang kadang terlalu dingin. Hidup Lila selama ini sederhana, tenang, seperti angin pagi di antara deretan bunga matahari yang menghadap ke timur. Sejak kecil, ia hidup berdampingan dengan warna-warni kelopak dan wangi tanah basah. Ia merawat bunga seperti merawat dirinya sendiri-penuh kelembutan, tapi juga penuh kehati-hatian. Namun, ketenangan itu perlahan mulai retak ketika ia bertemu Arka. Arka datang seperti angin musim gugur: dingin, tak terduga, dan membawa sesuatu yang membuat dedaunan gugur satu per satu. Ia bukan pria yang datang dengan tawa lebar atau kata-kata manis. Ia hadir dengan sorot mata yang tajam, langkah yang berat, dan diam yang penuh rahasia. Lila bisa merasakannya-ada beban yang dibawa pria itu, sesuatu dari masa lalunya yang belum selesai. Pertemuan mereka terjadi begitu saja. Tanpa rencana, tanpa aba-aba. Arka sedang mencari bunga untuk seseorang yang telah tiada. Lila, seperti biasa, tengah menyusun rangkaian bunga mawar putih di toko kecil peninggalan ibunya. Tak ada yang istimewa, kecuali cara Arka menatap bunga seolah sedang berbicara pada sesuatu yang tak terlihat. Dan sejak saat itu, dunia Lila mulai berubah. Perlahan, kehadiran Arka menjadi bagian dari hari-harinya. Mereka tak banyak bicara, tapi diam mereka saling memahami. Lila menemukan kehangatan di balik dinginnya sikap Arka, dan Arka menemukan ketenangan dalam mata Lila yang jujur. Tapi cinta yang tumbuh di antara mereka bukanlah cinta yang mudah. Ia datang membawa ujian, luka lama, dan pertanyaan-pertanyaan yang tak selalu punya jawaban. Karena Arka tidak datang dengan hati yang utuh. Dan Lila bukan gadis yang bisa mencinta setengah-setengah. Mereka seperti dua bunga yang mekar di musim berbeda-saling mendekat, tapi takut layu sebelum waktunya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo